Kisah Ahmad (Seri-2)

DAFTAR ISI:

PENGANTAR ARTIKEL

_Klik disini…

Blog ini berisi konten-konten pembelajaran bahasa Arab tingkat lanjutan, namun dengan sajian yang khas  berupa penyajian kisah, renungan, tips atau motivasi dalam bahasa Indonesia yang tiap paragraf artikelnya disandingkan dengan terjemahan bahasa Arab bakunya (Arabic fusha, الفصحى), dengan harakat lengkap.

Bagi anda pembelajar yang sudah mempelajari pelajaran dasar tata bahasa Arab (ilmu nahwu dan shorof), dan ingin melatih penerapannya yang tepat dalam menyusun atau membaca kalimat dalam bahasa arab, serta ingin memperkaya kosakata (المُفْرادات) dalam percakapan sehari-hari, maka konten-konten dalam blog ini sangat cocok buat anda.

Blog dengan konten ilustratif serial “Kisah Ahmad” ini akan kami sajikan dalam beberapa seri, dan pembahasan tiap seri untuk paragraf kisah sesuai dengan nomer paragraf (#1, #2…dst).

Untuk referensi, Materi Ilmu Nahwu dan Ilmu Shorof, dapat dilihat di konten tersendiri dengan judul “Ilmu Nahwu” dan “Ilmu Shorof” (Uraian Ringkas) di Blog ini . Dan juga untuk Tabel Shorof/ Tashrif yang merangkum mayoritas materi shorof khusus Tashrif berisi 20 Pola Wazan, ada di konten tersendiri.

Penyusun…:


KISAH AHMAD.

#1) Saya Ahmad, saya tinggal di rumah bersama keluarga saya.

أَنَا أَحْمَدُ, أَعِيشُ فِي الْمَنْزِلِ مَعَ عَائِلَتِي

#2) Kami tinggal bertujuh, saya, istri saya Sarah, anak kami empat, dua anak lelaki dan dua anak perempuan, yaitu utsman, ali, fatimah dan maryam, dan ibu saya halimah tinggal bersama kami.

نَحْنُ سَبْعَةُ أَشْخَاصٍ نَعِيشُ هُنَا، أَنَا وَزَوْجَتِي سَارَةُ وَأَطْفَالُنَا الْأَرْبَعَةُ، وَلَدَانِ وَبِنْتَانِ، وَهُمْ عُثْمَانُ وَعَلِيٌّ وَفَاطِمَةُ وَمَرْيَمُ، وَوَالِدَتِي حَلِيمَةُ تَعِيشُ مَعَنَا.

#3) Di saat saya sedang duduk di teras depan, istriku, Sarah berteriak:tolong!, kemarilah suamiku, disini ada kecoa, aku takut

بَيْنَمَا كُنْتُ أَجْلِسُ عَلَى الشُّرْفَةِ الْأَمَامِيَّةِ، صَرَخَتْ زَوْجَتِي سَارَةُ: النَّجْدَةُ! تَعَالَ إِلَى هُنَا يَا زَوْجِي، هُنَاكَ صُرْصُورٌ هُنَا، أَنَا خَائِفَةٌ

#4) Saya bilang “biarkan saja binatang kecil itu, nanti juga pergi. Itu penanda bahwa rumah kita perlu dibersihkan lebih sering.

قُلْتُ: “اتْرُكِ الْدُوَيبَةَ الصَّغِيرَ وَشَأْنَهُ، سَيَزُولُ فِي النِّهَايَةِ. إِنَّهَا عَلَامَةٌ عَلَى أَنَّ مَنْزِلَنَا بِحَاجَةٍ إِلَى تَنْظِيفٍ أَكْثَرَ تِكْرَارًا.”.”

 

Fragmen kisah serial diatas yang ditulis dalam bahasa arab terdiri dari kalam-kalam (kalimat yang mengandung makna), yang dalam memahami artinya, kita perlu mempelajari ilmu tata bahasa arab, terutama ilmu Nahwu dan ilmu Shorof.

PEMBAHASAN KISAH DARI SISI TATA BAHASA ARAB (KAJIAN NAHWU SHOROF):

 

Sekarang, mari kita ulas kalimat-kalimat dan kata-kata bahasa arab diatas dalam ilmu nahwu dan shorof secara singkat. Karena tiap kata bisa memiliki lebih dari satu peran dalam ilmu tata bahasa.


#2) Kami tinggal bertujuh, saya, istri saya Sarah, anak kami empat, dua anak lelaki dan dua anak perempuan, yaitu utsman, ali, fatimah dan maryam, dan ibu saya halimah tinggal bersama kami.

نَحْنُ سَبْعَةُ أَشْخَاصٍ نَعِيشُ هُنَا، أَنَا وَزَوْجَتِي سَارَةُ وَأَطْفَالُنَا الْأَرْبَعَةُ، وَلَدَانِ وَبِنْتَانِ، وَهُمْ عُثْمَانُ وَعَلِيٌّ وَفَاطِمَةُ وَمَرْيَمُ، وَوَالِدَتِي حَلِيمَةُ تَعِيشُ مَعَنَا.

Cuplikan Kalimat-1:

نَحْنُ سَبْعَةُ أَشْخَاصٍ نَعِيشُ هُنَا، أَنَا وَزَوْجَتِي سَارَةُ وَأَطْفَالُنَا الْأَرْبَعَةُ، وَلَدَانِ وَبِنْتَانِ،

Kami tinggal bertujuh, saya, istri saya Sarah, anak kami empat, dua anak lelaki dan dua anak perempuan,

  1. Ini kalimat nominal (jumlah ismiyyah)1. Jumlah ismiyyah terdiri dari mubtada’ (subyek) dan Khabar (predikat).
  2. Kata نَحْنُ adalah mubtada’ nya, berupa isim dhamir (kata ganti orang pertama jamak, ‘kami’). Kaidah I’rab (harakat/ tanda baca untuk huruf terakhir) harus di-rafa’ (harakat dhammah ـُ ). Namun untuk isim dhamir sifat katanya adalah mabni (tidak berubah harakat huruf akhirnya), sehingga tetap tertulis نَحْنُ. Hal yang sama berlaku untuk yang lainnya, diantaranya : أَنْتَ، أَنَا، هُوَ، هِيَ dsb.
  3. Kata سَبْعَةُ adalah khabar-nya, berupa isim juga yaitu isim adad (bilangan 1,2…). Isim ini sifatnya mu’rab 2, artinya bisa di-I’rab atau bisa berubah harakatnya. Untuk Khabar harakatnya adalah rafa’ , sehingga tertulis  سَبْعَةُ dengan harakat dhammah ةُ .
  4. Kata أَشْخَاصٍ adalah isim ma’dud (yang terbilang) 3, berperan sebagai mudhaf ilaihi bagi kata sebelumnya سَبْعَةُ, dan I’rab nya majrur/ di-kasrah. Aturan untuk isim adad wa ma’dud, untuk bilangan 3-10 adalah jamak, dan ma’dud nya harus jamak dengan I’rab kasrah tanwin (ـٍ). Bentuk tunggal dari kata ini adalah شَخْصٌ (orang).
  5. Kata نَعِيشُ هُنَا secara terpisah adalah jumlah fi’liyah (kalimat verbal) dengan fi’il (kata kerja) عَاشَ – يَعِيْشُ merujuk pada pola tashrif no.1 pada tabel Tashrif. Isim dhomir muttasil 4 (kata ganti yang tersambung disini adalah نَـ (kami), sebagai penjelas dari kata نهن di awal kalimat. Ini adalah fi’il lazim yaitu tidak memerlukan obyek. Sedangkan yang memerlukan obyek disebut fi’il muta’addi.
  6. Jumlah fi’liyah tersebut menjelaskan sifat dari أَشْخَاصٍ.
  7. Kata هُنَا adalah zharf makan (keterangan tempat).

 

Cuplikan Kalimat-2:

وَهُمْ عُثْمَانُ وَعَلِيٌّ وَفَاطِمَةُ وَمَرْيَمُ، وَوَالِدَتِي حَلِيمَةُ تَعِيشُ مَعَنَا

, … yaitu utsman, ali, fatimah dan maryam, dan ibu saya halimah tinggal bersama kami.

  1.  Kata وَ adalah huruf athaf 5 (sambung) dari isim sesudahnya (هُمْ) dengan isim sebelumnya. هُمْ adalah mubtada’ .
  2. Frase عُثْمَانُ وَعَلِيٌّ وَفَاطِمَةُ وَمَرْيَمُ adalah Khabar dengan huruf sambung وَ untuk setiap tambahan isimnya.
  3. Frase وَوَالِدَتِي حَلِيمَةُ Ini jumlah ismiyyah dengan mubtada’ وَالِدَتِي dan khabarnya حَلِيمَةُ, yang berfungsi juga sebagai badal dari kata sebelumnya وَالِدَتِي.
  4. Frase تَعِيشُ مَعَنَا adalah jumlah fi’liyah dengan struktur sama dengan kalimat sebelumnya.

  


Penulis Artikel / Blogger:

Hadi-Suro Arabica(Penikmat Kopi Arabica)… [Website: kalaamul-hadi.com]

Bagi yang berminat bacaan islami, silahkan klik tautan berikut:

“Buku Saku Risalah, Do’a & Amalan” >>>


Baca selanjutnya… Kisah Ahmad (Seri-3) …

Baca sebelumnya… Kisah Ahmad (Seri-1) …

Baca juga Seri lainnya… Shalat Ataukah Rutinitas (Seri-1) …

Baca juga… Ilmu Nahwu …

Baca juga… Ilmu Shorof …

Catatan Kaki/ Note:

  1. Jumlah Ismiyyah adalah kalimat yang diawali isim. Struktur utamanya terdiri dari mubtada’ (subjek) dan Khabar (predikat), keduanya isim yang dibaca rafa’ (akhiran kasrah ـُ). Contoh:
    • a) أَلْبَيْتُ نَظِيْفٌ. Rumah itu bersih
    • b) هُوَ طَالِبٌ. Dia adalah seorang murid ↩︎
  2. Mu’rab adalah kata-kata yang harakatnya bisa berubah akibat pengaruh kedudukannya (amil) dalam kalimat. ↩︎
  3. Isim adad adalah kata benda dalam bahasa Arab yang menunjukkan arti bilangan atau angka. Sedangkan isim ma’dud adalah kata benda yang mengikuti adad atau benda yang sedang dihitung/dibilang. 
    Contohnya dalam kalimat “empat kursi”, kata “empat” adalah adad, dan kata “kursi” adalah ma’dud.
    Macam-Macam Isim Adad dalam tata bahasa Arab (nahwu), adad dibagi menjadi empat jenis utama:
    Adad Mufrad: Bilangan murni dari angka 1 sampai 10, ditambah kata seperti 100 (mi’ah) dan 1000 (alf).
    Adad Murakkab: Bilangan susun dari angka 11 sampai 19.
    Adad ‘Uqud: Bilangan kelipatan puluhan dari 20 sampai 90 (seperti 20, 30, 40).
    Adad Ma’thuf: Bilangan gabungan atau rangkaian antara satuan dan puluhan dari 21 sampai 99 (kecuali kelipatan puluhan pas). ↩︎
  4. Adalah fi’il yang menempelkan pelaku/ subyek menyatu satu kata padanya (sesudahnya). Bahkan sekaligus maf’ul bihi juga ditempelkan padanya (langsung sesudah fa’il). Fail yang menempel ini disebut isim dhamir muttasil.
    a) ذَهَبَ+أنتَ» ذَهَبْتَ. Kamu pergi
    b) ذَهَبَ+أنا» ذَهَبْتُ. Saya pergi
    c) ذَهَبَ+نَهْنُ» ذَهَبْنَا. Kami pergi
    d) ذَهَبَ+أولٰئِكَ» ذَهَبُوا. Mereka pergi. Perhatikan bentuknya ـُوا ↩︎
  5. Athaf adalah isim yang mengikuti isim lainnya dengan perantaraan huruf Athaf.
    Daftar huruf Athaf:
    a) وَ. dan, فَ. Maka, ثُمَّ. Kemudian,
    b) حَتَّى. Sehingga, لَكِنْ. Tetapi, بَلْ. Melainkan
    c) لَا. Tidak, أَوْ. Atau, أمْ. Ataukah
    Contoh:
    جاءَ حامِدٌ و عَلِيٌ ↩︎

Responses

Leave a comment