DAFTAR ISI:
si Konten:
PENGANTAR KONTEN BLOG
___
Blog ini berisi konten-konten pembelajaran bahasa Arab tingkat lanjutan, namun dengan sajian yang khas berupa penyajian kisah, renungan, tips atau motivasi dalam bahasa Indonesia yang tiap paragraf artikelnya disandingkan dengan terjemahan bahasa Arab bakunya (Arabic fusha, الفصحى), dengan harakat lengkap.
Bagi anda pembelajar yang sudah mempelajari pelajaran dasar tata bahasa Arab (ilmu nahwu dan shorof), dan ingin melatih penerapannya yang tepat dalam menyusun atau membaca kalimat dalam bahasa arab, serta ingin memperkaya kosakata (المُفْرادات) dalam percakapan sehari-hari, maka konten-konten dalam blog ini sangat cocok buat anda.
Penyusun…:

Apa itu Ilmu Nahwu dan Shorof
Ilmu Nahwu
Ilmu Nahwu adalah ilmu yang mempelajari_
kalam (struktur kalimat), hubungan antar kata dalam kalimat, jenis-jenis kata (kalimah), mu’rab dan mabni (perubahan atau ketetapan akhir kata) serta I’rab (penentuan aturan tanda baca/harakat di akhir kata).
Berikut kita bahas komponen pembentuk utama kalimat, yaitu:
- Huruf Hijaiyah dan Harakat
- Pengertian Mu’rab, Mabni & I’rab
- Kata (كَلِمَةٌ، kalimah)
- Kalimat (جُمْلَةٌ. Jumlah)
- Isim/ Kata Benda (الاِسْم)
- Isim Tawabi (Mengikuti)
- Isim-isim Marfu & Macamnya
- Isim-isim Manshub & Macamnya
- Isim-isim Majrur
- Fi’il/ Kata Kerja (الفِعُْل)
- Harf (Huruf bermakna)
- Zharf makan & zaman
- Isim Adad & Ma’dud
Ilmu Shorof:
_
Ilmu Shorof adalah ilmu tata bahasa arab yang khusus mempelajari perubahan bentuk atau pola suatu kata (morfologi) dari satu bentuk ke bentuk lain untuk menghasilkan makna yang berbeda.
Pokok bahasan dalam ilmu Shorof:
- A. Tashrif
- B. Isim Fa’il & Maf’ul
- C. Isytiqaq (kata dasar), masdar
- D. Huruf Illat dan huruf shahih
- E. Wazan
Pembahasan Rinci Ilmu Nahwu & Shorof:
ILMU NAHWU
A. Huruf Hijaiyah dan Harakat
Dalam bahasa Indonesia kita mengenal huruf (a,b,c…z) dan vokal (a,i,u,e,o). Dalam bahasa Arab, ada 28 huruf hijaiyah, mulai dari huruf Alif أ ،ب ،ت ، hingga Ya ي.
B. Pengertian Mu’rab, Mabni & I’rab
_
1. Mu’rab:
Mu’rab adalah kata-kata yang harakatnya bisa berubah akibat pengaruh kedudukannya (amil) dalam kalimat.
2. Mabni:
Kata-kata yang harakat atau bentuknya bersifat permanen dan tidak akan berubah dalam kondisi apapun.
3. I’rab
I’rab adalah perubahan tanda akhir kata berdasarkan fungsinya dalam kalimat.
Ada 4 status i’rab utama:
- a. Rafa’ (Marfu’): Kondisi dasar kata yang biasanya ditandai dengan harakat dhammah ـُـ
- b. Nashab (Manshub): Ditandai dengan harakat fathah ـَ atau huruf Alif ا.
- c. Jarr (Majrur):Kondisi khusus untuk kata benda yang biasanya ditandai dengan harakat kasrah atau huruf ya ي.
- d. Jazem (Majzum): Kondisi khusus untuk kata kerja yang umumnya ditandai dengan harakat sukun atau penghilangan huruf.
C. Kata (كَلِمَةٌ، kalimah):
_
Kata dalam bahasa arab dikategorikan menjadi:
- 1. Isim اِسْمٌ (kata benda)
- 2. Fi’il فِعْلٌ (kata kerja)
- 3. Zharf ظَرْفٌ. (kata keterangan tempat atau waktu)
- 4. Haal حَالٌ. (kata keadaan dari subyek atau obyek)
- 5. Sifat صِفَةٌ/نَعَتْ. (kata sifat)
- 6. Harf Jarr. حُرْفُ جَرٍّ (kata depan)
- 7. Harf Athaf. حَرْفُ عَطْفٍ. (kata hubung)
D. Kalimat (جُمْلَةٌ. Jumlah):
a. Jumlah Ismiyyah (الجُمْلَةُ الاِسْمِيَّةُ)
_
Jumlah Ismiyyah adalah kalimat yang diawali isim. Struktur utamanya terdiri dari mubtada’ (subjek) dan Khabar (predikat), keduanya isim yang dibaca rafa’ (akhiran kasrah ـُ). Contoh:
- a) أَلْبَيْتُ نَظِيْفٌ. Rumah itu bersih
- b) هُوَ طَالِبٌ. Dia adalah seorang murid
b. Jumlah fi’liyah (الجُمْلَةُ الفِعْلِيَّةُ)
_
Jumlah fi’liyah adalah kalimat yang diawali fi’il. Struktur utamanya terdiri dari:
- a. Fi’il (kata kerja)
- b. fa’il (pelaku/subjek)
- c. Maf’ul bih (مَفْعُوْلُ بِهِ), namun tidak wajib ada.
Contoh:
- a) ذَهَبَ مُحَمَّدٌ إِلَى الْمَسْجِدِ Muhammad pergi ke masjid
b) يَكْتُبُ الطَّالِبُ الدَّرْسَ murid itu sedang menulis pelajaran
c. Fi’il Madhi + dhamir muttasil:
_
Adalah fi’il yang menempelkan pelaku/ subyek menyatu satu kata padanya (sesudahnya). Bahkan sekaligus maf’ul bihi juga ditempelkan padanya (langsung sesudah fa’il). Fail yang menempel ini disebut isim dhamir muttasil.
- a) ذَهَبَ+أنتَ» ذَهَبْتَ. Kamu pergi
- b) ذَهَبَ+أنا» ذَهَبْتُ. Saya pergi
- c) ذَهَبَ+نَهْنُ» ذَهَبْنَا. Kami pergi
- d) ذَهَبَ+أولٰئِكَ» ذَهَبُوا. Mereka pergi. Perhatikan bentuknya ـُوا
E. Isim/kata benda (الاِسْم)
Penjelasan:
_
- 1. Isim Naqirah/ umum/ belum jelas الاسم النَكِرَة، yang diakhiri dengan tanwin ( كِتابٌ، كتابٍ، كتاباً sebuah buku)
- 2. Isim Makrifah/ khusus/ tertentu (الاسم المَعْرِفَة): yang diawali dengan alif-lam (الكتابُ، السَماءُ). Selain ini adalah isim Makrifah tanpa alim-lam (dibawah ini).
- 3. Isim dhomir/ kata ganti (أَنا، هُوَ، هِيَ، نَهْنُ، أَنْتَ، أُولٰئِكَ…)
- 4. Isim Alam/ nama diri: contoh مُحَمَّدٌ (Muhammad)، جاكَرْتا (Jakarta)
- 5. Isim Isyarah/ kata tunjuk: contoh هٰذاَ (ini), ذٰلِكَ (itu)
- 6. Isim Maushul/ kata sambung: contoh ، الَّتِي (yang, feminin)، الَّذِي, الَّذِينَ (yang, maskulin)
- 7. Isim Mudhaf (yang disandarkan ke makrifah): contoh كتابُ محمدٍ (bukunya Muhammad).
Isim berdasarkan jenis kelamin:
_
- 1. Isim mudzakkar: kata benda laki-laki atau yang dianggap laki-laki. Isim ini tidak pernah diakhiri dengan ta’ marbutoh (ة), Contoh: رَجُلٌ (seorang pria)
- 2. Isim muannats: kata benda perempuan, biasanya ditandai ta’ marbutoh (ة) di akhir. Contoh: فَتاةٌ (seorang gadis), فاتِمَةٌ (Fatimah)
Isim berdasarkan jumlah:
_
- 1. Isim mufrad/ tunggal. Contoh: مُسْلِمٌ، مسلمَةٌ (muslim lk., pr), مُدَرِّسٌ، مدرسَةٌ (guru lk., pr).
- 2. Isim mutsanna/ ganda. Tambah akhiran ‘ani’ ـانِِ didepan kata tunggalnya. Contoh: مُسْلِمانِ، مسلمَتانِ (dua muslim lk., pr), مُدَرِّسانِ، مدرسَتانِ (dua guru lk., pr).
- 3. Isim jamak mudzakkar salim. Tambah akhiran ‘uuna’ ـُوْنَ didepan kata tunggalnya. Contoh: مُسْلِمُوْنَ (para muslim), مُدَرِّسُوْنَ (para guru).
- 4. Isim jamak muannats salim. Huruf ta’ marbutoh dihilangkan dari kata tunggalnya, lalu diganti dengan akhiran ‘aatun ـَاتٌ . Contoh: مُسْلِمَاتٌ (para muslimah), مُدَرِّسَاتٌ (para guru wanita).
- 5. Isim Jamak Taksir (plural tidak beraturan). Isim ini tidak memiliki aturan perubahan tertentu dari kata tunggalnya, makanya perlu dihafal per kata sesuai kamus. Contoh: كتاب menjadi كُتُبٌ (banyak buku), بيت menjadi بُيُوْتٌ (banyak rumah, قلم menjadi أَكْلَامٌ (banyak pena).
Berikut Isim (Mu’rab) lainnya:
1. Maqshur & Manqush
_
Adalah dua kata benda isim mu’rab yang huruf akhirnya berupa huruf Illat.
- a. Isim Maqshur: berakhiran Alif ا atau ya tanpa titik ى dengan huruf sebelumnya berharakat fathah. Contoh:
- الْفَتَى – pemuda,الْعَصَا – tongkat
- الْفَتَى – pemuda,
- b. Isim Manqush: berakhiran ya ي dengan huruf sebelumnya berharakat kasrah. Untuk bentuk naqirah, huruf ya tersebut dihilangkan, dan harakat kasrah diganti menjadi tanwin kasrah. Contoh:
- الْقَاضِي – hakim, bentuk nakirahnya menjadi قَاضٍالْمُرْتَقِي – orang yang naik
2. Isim Ghoir Munsharif:
_
Kata benda yang tidak bisa menerima tanwin (tidak bisa berharakat dhommatain, fathatain, kasrotain) dan tidak bisa berharakat kasrah saat berada dalam posisi jar, menjadi fathah sebagai gantinya.
- Contoh: مَرَرْتُ بِأَحْمَدَ …(padahal harusnya دِ ).
Kecuali diawali dengan al الْ، atau menjadi mudhaf, maka baru bisa kasrah.
Penyebab suatu kata dikategorikan sebagai isim Ghoir munsharif, yaitu:
- a. Kata sifat tertentu
- b. Nama orang tertentu
- c. Jika isim memiliki salah satu dari 3 kriteria berikut:
Berikut kriterianya:
- 1) Kata jamak taksir yang ditengahnya ada huruf Alif, contoh:
- مَسَاجِدُ masjid-masjid
- مَدَارِسُ sekolah-sekolah
- مَصَابِيْحُ lampu-lampu
- 2) Diakhiri Alif ta’nis maqsuroh (diakhiri ا atau ى). Contoh:
- حُبْلَى wanita hamil
- مَرْضَى orang-orang yang sakit
- 3) Diakhiri Alif ta’nis mamdudah, yaitu Alif panjang dan Hamzah (اء) , contoh:
- عُلَمَاءُ para ulama
- حَضْرَاءُ hijau
F. Isim Tawabi (Mengikuti)
_
Adalah isim yang ketentuan I’rabnya mengikuti/ tergantung isim lainnya.
Yang termasuk Isim Tawabi:
- 1. Na’at/ Shifat
- 2. Athaf
- 3. Taukid
- 4. Badal
Karena bersifat mengikuti, maka tergantung I’rab yang diikuti maka Isim Tawabi bisa bersifat isim marfu, isim Manshub, atau isim Majrur.
Penjelasan:
1. Na’at/ Shifat
Isim yang menjelaskan sifat dari isim yang diikuti (man’ut). Contoh:
- a) تَأْتِي امْرَأَةٌ جَمِيلَةٌ datang seorang wanita cantik
- b) رَأَيْتُ مَنْظَرًا جَمِيلًا aku melihat pemandangan yang indah
- c) مَرَرْتُ بِسُوقٍ مُزْدَحِمٍ saya melewati pasar yang ramai
Keterangan:
- a. جميلةٌ adalah sifat dengan I’rab marfu’ mengikuti isim yang disifati امرأةٌ. (Isim Marfu).
- b. جميلاً. Adalah sifat dengan I’rab Manshub mengikuti isim yang disifati منظرًا. (Isim Manshub)
- c. مجدحمٍ adalah sifat dengan I’rab majrur mengikuti isim yang disifati سوقٍ. (Isim Majrur).
2. Athaf
Athaf adalah isim yang mengikuti isim lainnya dengan perantaraan huruf Athaf.
Daftar huruf Athaf:
- a) وَ. dan, فَ. Maka, ثُمَّ. Kemudian,
- b) حَتَّى. Sehingga, لَكِنْ. Tetapi, بَلْ. Melainkan
- c) لَا. Tidak, أَوْ. Atau, أمْ. Ataukah
Contoh:
- جاءَ حامِدٌ و عَلِيٌ
3. Taukid
- Adalah isim yang mengikuti isim lainnya, yang berfungsi menguatkan arti dan menghilangkan keraguan si pendengar.Contoh:
- قَابَلْتُ الْمَلِكَ نَفْسَهُ. Saya menemui raja itu sendiri.
- Keduanya Manshub karena isim yang diikuti sebagai obyek.Yang dimaksud penguat karena yang ditemui adalah raja itu sendiri, bukan wakil atau utusannya.Beberapa lafazh Taukid:
- النفس. Dia sendiri
- العَيْن. Dengan mata sendiri
- كُلُّ. Seluruhnya
- أجْمَعَ. Semuanya
4. Badal
- Adalah isim yang mengikuti isim lain dan berfungsi untuk menggantikannya. Contoh:
- قالَ الإمامُ مالِكُ. Telah berkata Imam Malik
- مالك adalah badal dari الإمام،. Sekalipun salah satunya dibuang, tidak akan menghilangkan arti.Ada 4 kategori badal:
- a. Badal sesuatu menggantikan sesuatu.
- b. Badal sebagian menggantikan keseluruhan. أَكَلْتُ الْخُبْزَ نِصْفَهُ.. Aku memakan roti setengahnya
- c. Badal sesuatu mencakup yang lainnya. نَفَعَنِي مُحَمَّدٌ عِلْمُهُ. Telah bermanfaat bagiku Muhammad yaitu ilmunya.
- d. Badal yang salah dalam penyebutan.
G. Isim-isim Marfu
Yang termasuk isim marfu yaitu:
- 1. Fa’il & Na’ib fa’il
- 2. Mubtada’ & Khabar
- 3. Kaana dan saudaranya
- 4. Inna dan saudaranya
- 5. Isim Tawabi (Naat, Athaf, Taukid, Badal)
1. Fa’il: subyek
_
- Contoh: حَضَرَ الوالِدُ. Orang tua (bapak ibu) telah datang.
- Disini الوالد sebagai subyek dan I’rabnya Marfu’.
- Naib fail: subyek pada kalimat pasif.
- Contoh: يُشْرَبُ اللَّبَنُ. Susu (itu) diminum. اللبنُ Marfu’ sebagai na’ib fail.
- Fail tidak disebutkan, kecuali pada kalimat aktif, misal: Maryam minum susu. (Maryam sebagai subyek, susu sebagai obyek, yang mana setelah menjadi kalimat pasif maka susu menjadi Naib fail.)
2. Mubtada’ & khabar
Lihat penjelasannya di bagian “Jumlah ismiyyah “.
3. Kaana كانَ dan saudaranya.
_
Kaana artinya ada, menjadi, terjadi, adalah. Kaana adalah isim yang masuk kepada mubtada dan khabar, berfungsi membuat mubtada’ menjadi Marfu’ (disebut isim Kaana), dan membuat Khabar menjadi Manshub (disebut khabar Kaana).
- Contoh:
- Asal: أحْمَادُ مُجْتَهِدٌ Ahmad rajin.
- Menjadi: كانَ أحْمَادُ مُجْتَهِدًا
- Saudara-saudara Kaana:
- a) يَكُونُ، كُنْ (bentuk mudhari’ dan Amr)
- b) لَيْسَ. Bukan
- c) أصْبَحَ berada di waktu pagi
- d) أمْسَى. Berada di waktu sore
- e) ظَلَّ. Berada di waktu siang
- f) بَاتَ. Berada di waktu malam
- g) صَارَ. Menjadi
- h) ما زالَ. Senantiasa
- i)
4. Inna إنَّ dan saudaranya
_
Inna, Artinya: sesungguhnya.
- Contoh:
- Asal: اَللّٰهُ عَزِيْزٌ Allah Maha Perkasa
- Menjadi: إنَّ اللّٰهَ عَزِيْزٌ
- Saudara-saudara inna:
- 1) لَكِنَّ، tetapi
- 2) أنَّ. Sesungguhnya
- 3) كَأنَّ. Seolah-olah
- 4) لَعَلَّ. Mudah-mudahan
- 5) لَيْتَ. Ingin sekali
- لَا 6 . tidak, tidak ada
- contoh:
- لَا صَالِحَ خَاسِرٌ
5. Zhanna & Saudaranya
_
Zhanna ظَنَّ dan saudara-saudaranya adalah fi’il yang biasa masuk kepada Mubtada’ dan Khabar. Berfungsi menashabkan kedua-duanya karena keduanya menjadi obyek. Menjadikan mubtada’ sebagai Maf’ul pertama dan khabarnya sebagai Maf’ul kedua.
Contoh:
- أَحْمَدُ مَرِيْضٌ (asal: mubtada’ – Khabar)
- ظَنَنْتُ أَحْمَدَ مَرِيْضًا (setelah masuknya zhanna).
Saudara-saudara Zhanna:
- حَسِبَ, زَعَمَ، خَالَ : menyangka/ menduga
- اِتَّخَدَ، جَعَلَ. : menjadikan
- رَأَى، عَلِمَ. : melihat/ meyakinkan
- وَجَدَ. : mendapatkan
- سَمِعَ. : mendengarkan
H. Isim-isim Manshub
Yang termasuk isim Manshub yaitu:
- 1. Maf’ul bih
- 2. Maf’ul li ajlih
- 3. Maf’ul fih
- 4. Maf’ul mutlaq
- 5. Maf’ul ma’ah
- 6. Haal
- 7. Tamyiz
- 8. Mus-tatsna (Pengecualian)
- 9. Khabar Kaana cs.
- 10. Isim Inna cs.
- 11. Al-munada (yang dipanggil)
- 12. At-Tawabi (penjelasan, lihat di bagian sebelumnya)
Penjelasan:
1. Maf’ul bih (obyek)
_
Maf’ul bih adalah salah satu isim manshub, yaitu i’rabnya menjadi manshub akibat kedudukannya, dengan harakat fathah.
- Contoh:
- خَلَقَ اللّٰهُ الإنْسانَ Allah menciptakan manusia
- Kata الإنسانَ adalah obyeknya, dan I’rabnya Manshub.
2. Maf’ul liajlih (sebab terjadinya perbuatan):
_
- Contoh:
- ضَرَبْتُ الوَلَدَ تَأْدِيْبًا لَهُ. Saya memukul anak itu [karena bermaksud untuk mendidiknya تأديبا )
- Kata تأديبا adalah maf’ul liajlih I’rab Manshub.
3. Maf’ul fih/ Zharf
- Lihat penjelasan di bagian lain bab Zharf makan & zaman.
4. Maf’ul Mutlaq
_
- Isim yang berfungsi menguatkan suatu perbuatan; menjelaskan bilangannya; atau menjelaskan macamnya.
- Contoh:
- a. نَظَرْتُ نَظْرًا. Saya melihatnya [betul-betul melihat نظرا ]
- b. أكَلْتُ أكْلَةً. Saya makan [satu kali makan/suap أكلة]. Lihat: ada akhiran ةً untuk menjelaskan bilangan.
- c. نَظَرْتُ نَظْرًا طَوِيْلًا. Saya melihat [dengan melihat نظرا lama sekali طويلا ]
5. Maf’ul maah
_
- Isim yang terdapat setelah وَ. Yang artinya untuk menunjukkan sesuatu yang terjadi bersamaan dengannya.
- Contoh:
- جاءَ أبِي وَغُرُوْبَ الشَمُسِ ayah datang bersamaan dengan terbenamnya matahari.
- وَ. Disini artinya ‘bersama/ bersamaan dengan’, bukan artinya ‘dan’.
6. Haal/ penjelas keadaan
_
Haal adalah Isim yang menjelaskan keadaan subyek atau obyek ketika terjadinya suatu perbuatan. Haal hanya berlaku bagi subyek atau obyek yang makrifat, atau didahului dengan الْ. Namun, apabila subyek/obyeknya naqirah, maka itu bukan Haal, melainkan sifat
- Contoh:
- صَلّى أحْمَدُ جالِسًا. Ahmad shalat [sambil duduk جالًسًا ]
7. Tamyiz / penjelas kesamaran
_
Adalah isim yang disebut setelah isim/ keadaan samar, untuk memperjelas.
- Contoh:
- اِشْتَرَيْتُ خَمْسَةَ كِتابًا. Saya membeli 5 bukuخمسة belum jelas 5 apa.
- Maka كِتابًا menjadi penjelas (Tamyiz)
8. Mus-tatsna/ pengecualian:
_
- Adalah isim yang berada setelah adat/alat istitsna.
- Contoh:
- نَجَحَ الْأوْلَادُ إلاَّ عَلِيًا.
- Telah lulus anak-anak itu [kecuali إلاَّ ] Ali.
- Peran masing-masing:
- a. مُسْتَثْنَى yang dikecualikan: عليًا
- b. Adat/alat: إلاَّ
- c. مُسْتَثْنَى مِنهُ yang dikecualikan darinya: الأولادُ
- Yang termasuk adat/alat:
- a) إلاَّ kecuali
- b) سِوَى، غَيْرَ، عَدَا، خَلَا، حَاشَا. selain
9. Khabar Kaana
Lihat penjelasan di bagian sebelumnya.
10. Isim Inna
Lihat penjelasan di bagian sebelumnya.
11. Munadaa
_
- Adalah isim yang disebut setelah huruf nida (kata seru).
- Contoh:يَا رَسُوْلَ اللّٰهِ. Wahai utusan Allah
- Kata رسولَ adalah munadaa (Manshub).
- يَا adalah huruf nida.
12. Tawabi’
Lihat penjelasan di bagian tersendiri sebelumnya.
I. Isim-isim Majrur
Terbagi kepada tiga isim, yaitu:
1. Majrur dengan huruf jarr
_
- Huruf jarr adalah huruf yang berfungsi membuat isim menjadi Majrur. Tanda Majrur bisa dengan kasrah, tetapi kadang dengan ي atau و tergantung klasifikasi isimnya.
- Daftar Huruf jarr:
- مِنْ. Dari
- إلَى. Ke
- عَنْ. Dari, tentang
- لِ. Kepunyaan, untuk
- مُنْدُ. Semenjak
- عَلَى. Atas
- حَتَّى. Sehingga
- فِي. Didalam
- بِ dengan
- كَ. Seperti
- Contoh:
- a) فِي الْبَيْتِ. Didalam rumah
- b) عَنْ جَابِرٍ. Dari Jabir
2. Majrur dengan sebab idhafah
_
Idhafah terjadi pada mudhaf yang diikuti oleh mudhaf ilaihi, artinya menyandarkan atau memusatkan sesuatu kepada sesuatu.
- Contoh:خَتَمُ ذَهَبٍ. Cincin emas
- Isim yang pertama (ُخاتم) disebut mudhaf/ yang disandarkan مُضَافٌ
- Isim kedua (ذهبٍ) disebut mudhaf ilaih مضافُ إلَيْهِ، dan harus majrur
3. Majrur dengan sebab tawabi’
Lihat penjelasan di bagian Tawabi’.
J. Fi’il/kata kerja (الفِعُْل)
Pembagian Fi’il berdasarkan waktu:
_
Fiil dibagi dalam tiga jenis berdasarkan waktu:
- 1. Fi’il Madhi (Print ماضِي) : untuk masa lampau atau sudah dikerjakan.
- 2. Fi’il Mudhari’ (فعل مضارِع) : untuk masa sekarang atau yang akan datang. Fi’il Mudhari’ adalah akar kata (الجَدْر) dari semua bentuk kata lain turunannya (المُشتَقات). Cirinya, diawali dengan huruf mudhara’ah, yaitu huruf Alif, nun, ya, ta (أ ن ي ت).
- Contoh: يَكْتُبُ (dia, lk. Sedang/akan menulis).
- 3. Fi’il Amr (فعل أَمْر): kata kerja bentuk perintah. Cirinya huruf akhir biasanya berharakat sukun, atau membuang huruf ilat (و، أ، ي), atau nun (ن). Contoh:
- a) اُكْتُبْ (tulislah!)
- b) صَهْ (Sah) = Diamlah!
- c) آمِينَ (Aamiin) = Kabulkanlah!
- d) حَيَّ (Hayya) = Kemarilah / mari! (seperti dalam azan).
- e) هَيَّا (Hayyaa) = Ayo!
- f) إِلَيْكَ عَنِّي (Ilaika ‘annii) = Menjauhlah dariku!
- g) عَلَيْكَ (‘Alaika) = Pegang teguhlah / jagalah!
Berdasarkan ketergantungannya atas obyek, fi’il dibagi 2:
_
- 1. Fi’il Lazim فِعْلٌ لاَزِمٌ : tidak membutuhkan obyek (maf’ul bih), cukup dengan pelaku saja, contoh:
- a) جَلَسَ duduk
- b) قامَ berdiri
- 2. Fi’il muta’adi فِعْلٌ مُتَعَدِّي :memerlukan obyek setelahnya, contoh:
- a) أَكَلَ memakan
- b) ضَرَبَ memukul
K. Harf (Huruf Bermakna)
Adalah kata tugas atau kata penghubung, yang memiliki makna/arti gramatikal atau fungsional. Huruf ini baru nampak jelas maknanya bila disandingkan dengan kata lain (terutama Isim dan Fi’il).
- 1. Huruf 1 kata (Uhadi):
- 2. Huruf 2 kata (tsunai):
- a) Fi فِي : di, didalam.
- b) Min مِنْ : bermakna dari atau sebagian.
- c) An عَنْ : dari, tentang.
- d) Ila إلى : ke, sampai.
- e) Qad قَدْ : sungguh, telah (untuk penekanan kata kerja).
- f) Laa لاَ : tidak, jangan.
- g) Aw أَو : atau
- h) Bal بَلْ : bahkan, padahal.
- i) An أَنْ : bahwa
- j) In إِنْ : jika
- 3. Huruf 3 kata (tsulatsi):
- a) Tsumma ثُمَّ : kemudian (menunjukkan urutan dengan jeda waktu).
- b) Lakin لَكِنْ : akan tetapi.
- c) Laita لَيْتَ : andai saja, semoga.
- d) Laalla لَعَلَّ : mudah-mudahan, agar.
- 4. Huruf Jar:Adalah huruf-huruf tertentu yang membuat akhiran menjadi kasrah, contoh:
Macam-macam huruf Jar:
- 1. مِنْ dari; مِنَ السَّمَاءِ dari langit
- 2. فِي di dalam; في الْقَلْبِ didalam hati
- 3. إِلَى ke; إلى الْمَسْجِدِ ke masjid
- 4. عَلَى diatas; عَلَى الطَّاوِلَةِ diatas meja
- 5. عَنْ dari, tentang; beberapa contoh :
- a) رَمَيْتُ السَّهْمَ عَنِ الْقَوْسِ saya melempar panah dari busurnya.
- b) سَأَلْتُ عَنِ النَّبَإِ saya bertanya tentang berita itu.
- c) رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ Allah ridho dari/kepada mereka.
- 6. بِ dengan;
- contoh:أَكْتُبْ بِالْقَلَمِ saya menulis dengan pulpen
- 7. كَ seperti; كَالْأَنْعَامِ seperti binatang
- 8. لِ milik; لِلْأُسْتَاذِ milik guru
L. Zharf Makan, Zharf Zaman
_
Zharf Makan dan Zharf Zaman adalah kata keterangan tempat dan waktu dengan I’rab nashab, atau sebagai isim Manshub. Dan kata sesudahnya adalah mudhaf ilaih Majrur (kasrah).
- 1. Zharf Makan ظَرْفُ مَكان (tempat). Contoh:
- a) أمامَ didepan, وَراء dibelakang, فَوْقَ diatas, يَمِيْنَ sebelah kanan, يَسيرَ sebelah kiri.
- b) جَلَسْتُ تَحْتَ الشَجَرةِ (dibawah تحت)
- 2. Zharf zaman ظَرْف زَمانٍ (waktu). Contoh:
- a) لَيْلاً، صَباحاً، غَداً، مَساءً، نَهاراً، الآنَ (malam hari, pagi, besok, sore hari, siang, sekarang).
- b) بَيْنَ (antara, diantara) ، بَيْنَما (sedangkan, sementara, di waktu, sedang)
M. Isim Adad & Ma’dud
_
Isim adad adalah kata benda dalam bahasa Arab yang menunjukkan arti bilangan atau angka. Sedangkan isim ma’dud adalah kata benda yang mengikuti adad atau benda yang sedang dihitung/dibilang.
Contohnya dalam kalimat “empat kursi”, kata “empat” adalah adad, dan kata “kursi” adalah ma’dud.
Macam-Macam Isim Adad dalam tata bahasa Arab (nahwu), adad dibagi menjadi empat jenis utama:
- Adad Mufrad: Bilangan murni dari angka 1 sampai 10, ditambah kata seperti 100 (mi’ah) dan 1000 (alf).
- Adad Murakkab: Bilangan susun dari angka 11 sampai 19.
- Adad ‘Uqud: Bilangan kelipatan puluhan dari 20 sampai 90 (seperti 20, 30, 40).
- Adad Ma’thuf: Bilangan gabungan atau rangkaian antara satuan dan puluhan dari 21 sampai 99 (kecuali kelipatan puluhan pas).
Penulis Artikel / Blogger:
Hadi-Suro Arabica… (Penikmat Kopi Arabica)… [Website: kalaamul-hadi.com]
Bagi yang berminat bacaan islami, silahkan klik tautan berikut:

Baca juga Artikel lainnya… Ilmu Shorof …
Baca juga Artikel lainnya… Tabel Tashrif …
Baca juga Serial… Kisah Ahmad (Seri-1) …

Leave a comment