
Apakah kita sedang shalat, atau sekadar mengikuti Rutinitas?
(Kajian Nahwu-Shorof Seri-1)
DAFTAR ISI:

I. Ilmu Nahwu, Ilmu Shorof, & Tabel Tashrif (Uraian Ringkas)
Berikut materi tata bahasa Arab dalam bentuk uraian ringkas, silahkan di-klik masing-masingnya bagi yang ingin menyimak lebih lanjut:
- Materi Ilmu Nahwu (Uraian Ringkas).
- Materi Ilmu Shorof (Uraian Ringkas).
- Tabel Shorof/ Tashrif yang merangkum Pola Tashrif berisi 20 Pola Wazan.
Blogger Hadi-Suro Arabica

II._KAJIAN NAHWU-SHOROF (KALIMAT-1)
Berikut satu kalimat/paragraf dari artikel yang akan dibahas pada seri kali ini sesuai kaidah tata bahasa Arab berdasarkan Ilmu Nahwu Shorof. Adapun link artikel lengkapnya ada di bagian berikutnya setelah kajian ini.
#1) Pernahkah Anda selesai shalat dan mengucapkan, ‘Assalamualaikum warahmatullah,’ lalu tiba-tiba bertanya-tanya, ‘Sebentar, apa yang saya baca tadi sebenarnya?’
هَلْ سَبَقَ لَكَ أَنْ أَنْهَيْتَ صَلَاتَكَ وَقُلْتَ: ‘السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ’، ثُمَّ تَسَاءَلْتَ فَجْأَةً، “انْتَظِرْ، مَاذَا قَرَأْتُ بِالْفِعْلِ؟
a. Kajian Kalimat… هَلْ سَبَقَ لَكَ أَنْ أَنْهَيْتَ صَلَاتَك
هَلْ سَبَقَ لَكَ أَنْ أَنْهَيْتَ صَلَاتَك
Pernahkah Anda selesai shalat… dan mengucapkan, ‘Assalamualaikum warahmatullah,’
- Struktur kalimat diatas dapat diuraikan susunan, kedudukan dan i’rab-nya secara ilmu nahwu sebagai berikut:
- jumlah fi’liyyah yang terdiri dari:
- Huruf istifham (kata tanya) هَلْ
- fi’il madhi سَبَقَ
- sybhul jumlah jar wa majrur لك , dengan huruf jar لَ dan isim jar كَ
- fa’il dalam bentuk isim masdariyah dengan huruf masdar [amil nashab] أنْ, yang terdiri dari:
- jumlah fi’liyyah yang terdiri dari:
- Ini kalimat verbal (jumlah fi’liyah) 5 dalam bentuk kalimat tanya (didahului huruf istifham (kata tanya) هَلْ 6 ،(apakah), dengan kata kerjanya (fi’il) سَبَقَ (pernah, mendahului), dan لك (bagimu) adalah jar Majrur 7.
- Huruf tanya bukan sebagai isim, sehingga tidak mempengaruhi struktur kalimat.
- Frase هَلْ سَبَقَ لَكَ (pernahkah anda) adalah ungkapan umum dalam percakapan.
- Susunan kalimat:
- Fiil madhi سبق + fail (أَنْ أَنْهَيْتَ صَلَاتَك)
- Fail/subyek tersebut berupa Masdar mu’awwal 8 (diawali huruf أنْ), artinya ‘selesainya anda (shalat)’. Bentuk ekuivalen Masdar Sharih-nya adalah: إِنْهَاءك الصَلَاةِ.
- Lengkapnya: هَلْ سَبَقَ لَكَ إِنْهَاءك الصَلَاةِ
b. Kajian kalimat… ثُمَّ تَسَاءَلْتَ فَجْأَةً
ثُمَّ تَسَاءَلْتَ فَجْأَةً
Lalu tiba-tiba bertanya-tanya,
- Struktur kalimat diatas dapat diuraikan susunan, kedudukan dan i’rab-nya secara ilmu nahwu sebagai berikut:
- huruf athaf ثُمَّ
- fi’il madhi تَسَاءَلْتَ dengan dhamir rafa‘ أَنْتَ – تَ
- maf’ul mutlaq [manshub] فَجْأَةً
- Lafadz 9 ثُمَّ (kemudian) adalah huruf athaf/ hubung, tidak mempengaruhi struktur kalimat.
- Ini jumlah fi’liyah dengan fi’il تَسَاءَلَ (bertanya-tanya) dengan dhomir rafa‘ muttasil 10 أنت (kamu). Fi’il ini bentuk madhi, mengikuti wazan تفاَعَلَ (pola no.13 pada tabel Tashrif 11), dengan faidah arti no.1 (saling ber-…).
- Lafadz فَجْأَةً (tiba-tiba) adalah Masdar dari فَجَأ، bertindak sebagai maf’ul mutlaq 12 (penegas kalimat, I’rab Manshub).
c. Kajian Kalimat… انْتَظِرْ، مَاذَا قَرَأْتُ بِالْفِعْلِ؟
انْتَظِرْ، مَاذَا قَرَأْتُ بِالْفِعْلِ؟
‘Sebentar, apa yang saya baca tadi sebenarnya?’
- Struktur kalimat diatas dapat diuraikan susunan, kedudukan dan i’rab-nya secara ilmu nahwu sebagai berikut:
- fi’il ‘amr [majzum] انْتَظِرْ
- isim istifham مَاذَا
- fi’il madhi قَرَأْتُ dengan dhamir rafa‘ تُ (saya)
- haal dalam bentuk murakkab jar wa majrur بِالْفِعْلِ
- Lafadz انْتَظِرْ (tunggu!) adalah fi’il Amr dengan pola wazan no.10 اِفْتَعَلَ 13
- Lafadz مَاذَا (apa yang) adalah isim istifham, bisa berfungsi/ menggantikan subyek atau obyek. Dalam kalimat ini, menggantikan obyek, yaitu yang dibaca.
- Lafadz قَرَأْتُ (engkau membaca) adalah fi’il madhi dengan pola wazan no.3 فَعَلَ– يَفْعَلُ (tsulatsi mujarrad muta’addi), dengan dhomir/pelaku أنتَ.
- Frase/tarkib/murakkab 14 بِالْفِعْلِ (sebenarnya, sesungguhnya) adalah haal / kata keadaan 15 هَالٌ.
III._ARTIKEL LENGKAP (INDO-ARABIC), DALAM 4 EPISODE (LINK)
Bacaan lengkapnya dari kalimat-kalimat yang dibahas pada Kajian diatas dapat dilihat pada Artikel lengkap (Indo-Arabic) dalam postingan tersendiri, dalam 4 Episode sebagai berikut:
A. Muncul kesangsian di benak ba’da shalat
B. Rutinitas Yang Melalaikan Kesadaran
C. Tiga (3) Tips Ringan Untuk Terhubung Kembali
D. Kesimpulan
Untuk artikel lengkapnya, silahkan klik link berikut:
Penulis Artikel / Blogger:
Hadi-Suro Arabica… (Penikmat Kopi Arabica)… [Website: kalaamul-hadi.com]
Referensi/ Sumber :
YouTube By: Noordiaryframes
Judul: Are You Worshipping Allah… Or Just Following a Routine?
https://youtu.be/d3-TECxXh1E?si=T5MjxJJYJ6PtLP6R
Baca juga Serial lainnya… Kisah Ahmad (Seri-1) …
Baca juga … Ilmu Nahwu …
Baca juga … Ilmu Shorof …
Catatan Kaki/ Note:
- Ada 14 pola fi’il madhi sesuai dhamir yang terikat dengannya, berikut contoh untuk kata dasar فَعَلَ (‘dia’ telah mengerjakan):
Mutakallim (orang kesatu): فَعَلْتُ, فَعَلْنَ – saya, kami
Mukhathabah (orang kedua): فَعَلْتَ, فَعَلْتِ, فَعَلْتُمَا, فَعَلْتُمْ, فَعَلْتُنَّ – kamu lk., kamu pr., kamu berdua, kalian lk., kalian pr.
Ghoib (orang ketiga): فَعَلَ, فَعَلَتْ, فَعَلَا, فَعَلَتَا, فَعَلُوا, فَعَلْنَ – dia lk., dia pr., dia berdua lk., dia berdua pr., mereka lk., mereka pr.
Kata kerja dalam bahasa Arab selamanya pasti bersatu atau bersambung dengan dhamirnya (subyek), seperti:
Saya telah pergi: ditulis ذَهَبْتُ bukan أَنَا ذَهَبَ
Mereka telah pergi: ditulis ذَهَبُوا bukan هُمْ ذَهَبَ …dst… ↩︎ - Dhamir Rafa’.
Cara penulisan [fi’il madhi – mudhari‘]:
Dhamir rafa’ mutakallim (orang kesatu)
ذَهَبَ+أنا» [ ذَهَبْتُ – أَذْهَبُ ]. Saya pergi.
ذَهَبَ+نَهْنُ» [ ذَهَبْنَا – نَذْهَبُ ]. Kami pergi.
Dhamir rafa’ mukhatab (orang kedua): ذَهَبَ+أنتَ » [ ذَهَبْتَ – تَذْهَبُ ]. Kamu lk. pergi
ذَهَبَ+أنتِ » [ ذَهَبْتِ – تَذْهَبِيْنَ]. Kamu pr. pergi
ذَهَبَ+أنتُمْ » [ ذَهَبْتُمْ – تَذْهَبُوْنَ]. Kalian lk. pergi
ذَهَبَ+أنتُنَّ » [ ذَهَبْتُنَّ – تَذْهَبْنَ ]. Kalian pr. pergi
ذَهَبَ+أنتُمَا » [ ذَهَبْتُمَا – تَذْهَبَا ]. Kalian berdua pergi
Dhamir rafa’ ghoib
ذَهَبَ+هُوَ » [ ذَهَبَ – يَذْهَبُ ]. dia lk. pergi
ذَهَبَ+هِيَ » [ ذَهَبَتْ – تَذْهَبُ ]. dia pr. pergi
ذَهَبَ+أولٰئِكَ » [ ذَهَبُوا – يَذْهَبُوْنَ ]. Mereka lk. pergi. Perhatikan bentuknya ـُوا
ذَهَبَ+أولٰئِكَ » [ ذَهَبْنَ – يَذْهَبْنَ ]. mereka pr. pergi
ذَهَبَ+هُمَا » [ ذَهَبَا – يَذْهَبَا ]. mereka berdua lk. pergi
ذَهَبَ+هُمَا » [ ذَهَبَتَا – يَذْهَبَتَا ]. mereka berdua pr. pergi ↩︎ - 1) Murakkab: Idhafiy, Washfiy, Isyariy, Sybhul Jumlah (jar wa majrur, zharf wa mudhaf ilaih)
Frase kalimat disebut Tarkib (تَرْكِيْب, penyusunan) / atau Murakkab (مُرَكَّب, yang tersusun) dalam istilah bahasa Arab. Definisi Tarkib/ Murakkab adalah gabungan dua kata atau lebih yang membentuk suatu kesatuan makna (frasa), tetapi belum bermakna sempurna.
Jenis-Jenis Frasa (Murakkab) dalam Bahasa Arab, berdasarkan bentuk dan fungsinya, :
Murakkab Idhafiy (kata majemuk): Frasa kepemilikan atau sandaran (hubungan Mudhaf dan Mudhaf Ilaih), contohnya كِتابُ مُحَمَّدٍ Kitabu Muhammadin (Kitab milik Muhammad).
Murakkab Washifiy / Na’tiy: Frasa sifat atau diterangkan-menerangkan (hubungan Sifat dan Na’at dan Man’ut), contohnya لمَنْزِلُ الكَبِيرُ Al-Manjilu al-Kabiru (Rumah yang besar).
Murakkab Isyariy: Frasa penunjuk, contohnya هَذَا القَلَمُ Hadza al-kalamu (pulpen ini).
Sybhul Jumlah (Serupa Kalimat): (dibahas rinci setelah bagian ini) Murakkab Jar wa Majrur: Frasa yang diawali huruf jar (kata depan),
Zharf wa mudhaf ilaih ↩︎ - Isim dhamir majrur muttasil adalah isim dhamir yang kedudukannya sebagai mudhaf ilaihi yang irab-nya majrur/kasrah (fi mahalli jarrin mudhaf ilaih), dan dituliskan menempel di akhir kata benda/isim yang menjadi mudhaf-nya. Kedudukan ini menunjukkan kepemilikan (posesif) seperti “rumahku“, “kemejamu“, “mobil dia“.
Berikut cara penulisan dhamir majrur:
Orang pertama (mutakallim/pembicara): Saya: كِتَابِي – buku saya
Kami: كِتَابُنَا – buku kami
Orang kedua (mukhatab/orang yang diajak bicara): Kamu lk.: كِتَابُكَ – buku kamu lk.
Kamu pr.: كِتَابُكِ – buku kamu pr.
Kalian lk.: كِتَابُكُمْ – buku kalian lk.
Kalian pr.: كِتَابُكُنَّ – buku kalian pr.
Kalian berdua: كِتَابُكُمَا – buku kalian berdua
Orang ketiga (ghoib/orang yang dibicarakan): Dia lk.: كِتَابُهُ – buku dia lk.
Dia pr.: كِتَابُهَا – buku dia pr.
Mereka lk.: كِتَابُهُمْ – buku mereka lk.
Mereka pr.: كِتَابُهُنَّ – buku mereka pr.
Mereka berdua: كِتَابُهُمَا – buku mereka berdua
Catatan penting:
Untuk dhamir orang ketiga yang diawali huruf Ha (ـهُ / ـهُمَا / ـهُمْ / ـهُنَّ), harakatnya akan berubah menjadi kasrah (ـهِ / ـهِمَا / ـهِمْ / ـهِنَّ) jika isim (mudhaf) di depannya diakhiri dengan harakat kasrah atau huruf Ya sukun (يْ).
Contoh normal: بَيْتُهُ (rumah dia lk.)
Contoh perubahan-1: فِي بَيْتِهِ (di rumah dia lk.) << harakatnya ikut berubah menjadi kasrah. ↩︎ - Jumlah fi’liyah adalah kalimat yang diawali fi’il. Struktur utamanya terdiri dari:
• a. Fi’il (kata kerja)
• b. fa’il (pelaku/subjek)
• c. Maf’ul bih (مَفْعُوْلُ بِهِ), namun tidak wajib ada.
Contoh:
• a) ذَهَبَ مُحَمَّدٌ إِلَى الْمَسْجِدِ Muhammad pergi ke masjid
b) يَكْتُبُ الطَّالِبُ الدَّرْسَ murid itu sedang menulis pelajaran ↩︎ - _ مَنْ siapa
_ كَمْ berapa
_ كَيْفَ bagaimana
_ مَتَى kapan
_ مَاذَا apa
_ لِمَاذَا mengapa, kenapa
_ أَيْنَ mana
Ada juga istifham berupa huruf, bukan isim: _ هَلْ apakah
_ مَا apakah ↩︎ - Huruf jarr adalah huruf yang berfungsi membuat isim menjadi Majrur. Tanda Majrur bisa dengan kasrah, tetapi kadang dengan ي atau و tergantung klasifikasi isimnya.
Daftar Huruf jarr:
مِنْ. Dari
إلَى. Ke
عَنْ. Dari, tentang
لِ. Kepunyaan, untuk
مُنْدُ. Semenjak
عَلَى. Atas
حَتَّى. Sehingga
فِي. Didalam
بِ dengan
كَ. Seperti
Contoh:
a) فِي الْبَيْتِ. Didalam rumah
b) عَنْ جَابِرٍ. Dari Jabir ↩︎ - Perbedaan utama antara Masdar Mu’awwal dan Masdar Sharih terletak pada bentuk kata dan strukturnya, meskipun keduanya memiliki makna dan fungsi sintaksis yang sama.
1. Masdar Sharih ( لمَصْدَرُ الصَّرِيْحُ ) adalah Masdar yang berupa kata benda asli yang tertulis jelas dalam satu kata tunggal tanpa bantuan huruf penolong. Contoh: قِرَاءَةٌ (bacaan/membaca).
قِرَاءَتَكَ (bacaan kamu).
2. Masdar Mu’awwal ( المَصْدَرُ المُؤَوَّلُ ) adalah Masdar yang berupa Frase atau klausa tersirat yang terbentuk dari gabungan huruf masdar (paling sering أَنْ) dan kata kerja setelahnya (fi’il Mudhari’). Contoh: أَنْ تَقْرَأَ (bahwa kamu membaca),
Kaidahnya: setelah أَنْ، maka fi’il sesudahnya harus Manshub (di-fathah).
Hubungan kedua Masdar: Keduanya bersifat bisa ditukarkan satu sama lain. Dalam kalimat, kita bisa mengatakan أَنْ تَقْرَأَ (bahwa kamu membaca), dengan Masdar Sharihnya قِرَاءَتَكَ (bacaan kamu). ↩︎ - Kata/ Lafadz:
Kata dalam bahasa arab dikategorikan menjadi:
Isim اِسْمٌ (kata benda)
Fi’il فِعْلٌ (kata kerja)
Zharf ظَرْفٌ. (kata keterangan tempat atau waktu)
Haal حَالٌ. (kata keadaan dari subyek atau obyek)
Sifat صِفَةٌ/نَعَتْ. (kata sifat)
Harf Jarr. حُرْفُ جَرٍّ (kata depan)
Harf Athaf. حَرْفُ عَطْفٍ. (kata hubung)
↩︎ - Dhamir Rafa’.
Cara penulisan [fi’il madhi – mudhari‘]:
Dhamir rafa’ mutakallim (orang kesatu)
ذَهَبَ+أنا» [ ذَهَبْتُ – أَذْهَبُ ]. Saya pergi.
ذَهَبَ+نَهْنُ» [ ذَهَبْنَا – نَذْهَبُ ]. Kami pergi.
Dhamir rafa’ mukhatab (orang kedua): ذَهَبَ+أنتَ » [ ذَهَبْتَ – تَذْهَبُ ]. Kamu lk. pergi
ذَهَبَ+أنتِ » [ ذَهَبْتِ – تَذْهَبِيْنَ]. Kamu pr. pergi
ذَهَبَ+أنتُمْ » [ ذَهَبْتُمْ – تَذْهَبُوْنَ]. Kalian lk. pergi
ذَهَبَ+أنتُنَّ » [ ذَهَبْتُنَّ – تَذْهَبْنَ ]. Kalian pr. pergi
ذَهَبَ+أنتُمَا » [ ذَهَبْتُمَا – تَذْهَبَا ]. Kalian berdua pergi
Dhamir rafa’ ghoib
ذَهَبَ+هُوَ » [ ذَهَبَ – يَذْهَبُ ]. dia lk. pergi
ذَهَبَ+هِيَ » [ ذَهَبَتْ – تَذْهَبُ ]. dia pr. pergi
ذَهَبَ+أولٰئِكَ » [ ذَهَبُوا – يَذْهَبُوْنَ ]. Mereka lk. pergi. Perhatikan bentuknya ـُوا
ذَهَبَ+أولٰئِكَ » [ ذَهَبْنَ – يَذْهَبْنَ ]. mereka pr. pergi
ذَهَبَ+هُمَا » [ ذَهَبَا – يَذْهَبَا ]. mereka berdua lk. pergi
ذَهَبَ+هُمَا » [ ذَهَبَتَا – يَذْهَبَتَا ]. mereka berdua pr. pergi ↩︎ - Pola tashrif 13: تَفَاعَلَ – يَتَفَاعَلُ , dengan pola wazan :
[madhi- mudhari- ‘amr- masdar- isim fa’il & isim maf’ul- majhul madhi & mudhari’]: تَفَاعَلَ – يَتَفَاعَلُ – تَفَاعَلْ- تَفَاعُلًا- مُتَفَاعِلٌ، مُتَفَاعَلٌ – تُفُوعِلَ – يُتَفَاعَلُ
Pola wazan تَفَاعَلَ – يَتَفَاعَلُ biasanya digunakan untuk menunjukkan makna saling melakukan (musyarakah) antara dua pihak atau lebih, atau berpura-pura.
Faidah/arti fi’il dengan wazan تَفَاعَلَ diantaranya :
1. Saling ber-damai — تَصَالَحَ
2. Krn sy menjauhinya maka dia menjadi menjauh — بَاعَدْتُهُ فَتَبَاعَدُ
3. Pura-pura sakit — تَمَارَضَ
4. = mujarrad, Maha Tinggi Allah — تَعَالَى الله = عَالَى
5. Datang secara berangsur — تَوَارَدَ
Contoh dengan urutan [fi’il madhi – fi’il mudhari’] dan kata terakhir dengan urutan [fi’il ‘amr – masdar – isim fa’il – isim maf’ul – fi’il nahi – isim zaman/makan] dan [fi’il majhul madhi – fi’il majhul mudhari’]:
saling menolong, bekerja sama: تَعَاوَنَ – يَتَعَاوَنُ
saling bersalaman : تَصَافَحَ – يَتَصَافَحُ
mengabaikan, pura-pura tidak tahu : تَجَاهَلَ – يَتَجَاهَلُ
pura-pura sakit : تَمَارَضَ – يَتَمَارَضُ
pura-pura tidur : تَنَاوَمَ – يَتَنَاوَمُ
pura-pura lalai : تَغَافَلَ
saling bertanya : تَسَاءَلَ
bercakap-cakap : تَحَادَثَ
saling menjauh : تَبَاعَدَ
berdekat-dekatan : تَقَارَبَ
bermain-main : تَلَاعَبَ
saling bertukar : تَبَادَلَ – يَتَبَادَلُ – تَبَادَلْ – تَبَادُلًا – مُتَبَادِلٌ – مُتَبَادَلٌ – لَا تَتَبَادَلْ – مُتَبَادَلٌ
saling dipertukarkan : تُبُودِلَ – يُتَبَادَلُ
↩︎ - _Definisi Maf’ul Mutlaq:
Isim yang berfungsi menguatkan suatu perbuatan; menjelaskan bilangannya; atau menjelaskan macamnya.
Ciri-ciri maf’ul mutlaq adalah biasanya berupa masdar yang lafadznya sejenis atau berasal dari akar kata kerja yang mendahului (yang disebut sebelumnya).
Contoh: a. نَظَرْتُ نَظْرًا. Saya melihatnya [betul-betul melihat نظرا ]
b. أكَلْتُ أكْلَةً. Saya makan [satu kali makan/suap أكلة]. Lihat: ada akhiran ةً untuk menjelaskan bilangan.
c. نَظَرْتُ نَظْرًا طَوِيْلًا. Saya melihat [dengan melihat نظرا lama sekali طويلا ] ↩︎ - Pola tashrif 10: اِفْتَعَلَ – يَفْتَعِلُ , dengan pola wazan :
[madhi- mudhari- ‘amr- masdar- isim fa’il & isim maf’ul- majhul madhi & mudhari’]: اِفْتَعَلَ – يَفْتَعِلُ – اِفْتَعِلْ – اِفْتِعَالًا – مُفْتَعِلٌ، مُفْتَعَلٌ – اُفْتُعِلَ – يُفْتَعَلُ
Wazan اِفْتَعَلَ – يَفْتَعِلُ memiliki beberapa fungsi, namun yang paling umum adalah Mutawa’ah (dampak dari suatu perbuatan) dan Ittikhadz (membuat/mengambil sesuatu).
Faidah/arti fi’il dengan wazan اِفْتَعَلَ diantaranya :
1. Maka menjadi ter-kumpul — فَاِجْتَمَعَ
2. Membikin roti — اِخْتَبَزَ
3. Telah sungguh2 me-ndengarkan — اِسْتَمَعَ
4. Sama2 ber-debat — اِخْتَصَمَ
5. = mujarrad, menarik — اِرْتَقَى = رَقَى
6. Menuntut agar bekerja keras — اِكْتَدَّ
Contoh dengan urutan [fi’il madhi – fi’il mudhari’] dan kata terakhir dengan urutan [fi’il ‘amr – masdar – isim fa’il – isim maf’ul – fi’il nahi ] dan [fi’il majhul madhi – fi’il majhul mudhari’]:
mendengar : اِسْتَمَعَ
mengambil pelajaran : اِعْتَبَرَ
berpegang teguh : اِعْتَصَمَ
menerima : اِسْتَلَمَ
memilih : اِصْطَفَى
bercerai : اِفْتَرَقَ
menang : اِنْتَصَرَ
memulai : اِبْتَدَأَ – يَبْتَدِئُ
menjadi dekat : اِقْتَرَبَ – يَقْتَرِبُ
menyimak, mendengar : اِسْتَمَعَ – يَسْتَمِعُ
menganggap, mengambil pelajaran : اِعْتَبَرَ – يَعْتَبِرُ
bersungguh-sungguh : اِجْتَهَدَ – يَجْتَهِدُ
berkumpul : اِجْتَمَعَ – يَجْتَمَعُ – اِجْتَمِعْ – اِجْتِمَاعًا – مُجْتَمِعٌ – مُجْتَمَعٌ – لَا تَجْتَمِعْ
dikumpulkan : اُجْتُمِعَ – يُجْتَمَعُ ↩︎ - 1) Murakkab: Idhafiy, Washfiy, Isyariy, Sybhul Jumlah (jar wa majrur, zharf wa mudhaf ilaih)
Frase kalimat disebut Tarkib (تَرْكِيْب, penyusunan) / atau Murakkab (مُرَكَّب, yang tersusun) dalam istilah bahasa Arab. Definisi Tarkib/ Murakkab adalah gabungan dua kata atau lebih yang membentuk suatu kesatuan makna (frasa), tetapi belum bermakna sempurna.
Jenis-Jenis Frasa (Murakkab) dalam Bahasa Arab, berdasarkan bentuk dan fungsinya, :
Murakkab Idhafiy (kata majemuk): Frasa kepemilikan atau sandaran (hubungan Mudhaf dan Mudhaf Ilaih), contohnya كِتابُ مُحَمَّدٍ Kitabu Muhammadin (Kitab milik Muhammad).
Murakkab Washifiy / Na’tiy: Frasa sifat atau diterangkan-menerangkan (hubungan Sifat dan Na’at dan Man’ut), contohnya لمَنْزِلُ الكَبِيرُ Al-Manjilu al-Kabiru (Rumah yang besar).
Murakkab Isyariy: Frasa penunjuk, contohnya هَذَا القَلَمُ Hadza al-kalamu (pulpen ini).
Sybhul Jumlah (Serupa Kalimat): (dibahas rinci setelah bagian ini) Murakkab Jar wa Majrur: Frasa yang diawali huruf jar (kata depan),
Zharf wa mudhaf ilaih
2) Sybhul Jumlah (Serupa Kalimat): Jar wa majrur & Zharf wa Mudhaf Ilaih
Syibhul jumlah adalah susunan kata yang menyerupai kalimat (jumlah), tetapi belum memiliki arti atau makna yang sempurna. Oleh karena itu, syibhul jumlah tidak bisa berdiri sendiri sebagai kalimat utuh dan biasanya memerlukan kaitan makna dengan unsur kata lain di dalam kalimat.
Dua jenis utama sybhul jumlah:
Jar wa Majrur Terdiri dari huruf jar (seperti فِي, مِنْ, عَلَى, إِلَى, dll.) diikuti oleh kata benda (isim) yang berharakat akhir majrur/kasrah (atau tanda majrur lainnya)
Contoh: فِي الْمَنْزِلِ (di dalam rumah)
Zharf wa mudhaf ilaih Terdiri dari zharf (kata keterangan tempat atau waktu) yang diikuti oleh mudhaf ilaih (kata benda yang disandarkan padanya, berharakat kasrah).
Contoh: Zharf makan: أَمَامَ الْفَصْلِ (di depan kelas),
Zharf zaman: قَبْلَ الظُّهْرِ (sebelum dzuhur) ↩︎ - Haal adalah Isim yang menjelaskan keadaan subyek atau obyek ketika terjadinya suatu perbuatan. Haal hanya berlaku bagi subyek atau obyek yang makrifat, atau didahului dengan الْ. Namun, apabila subyek/obyeknya naqirah, maka itu bukan Haal, melainkan sifat
Contoh: صَلّى أحْمَدُ جالِسًا. Ahmad shalat [sambil duduk جالًسًا ] ↩︎
Leave a Reply