
Orang-Orang Yang Dicintai Allah
(Kajian Nahwu-Shorof Seri-1)
DAFTAR ISI:

I. Ilmu Nahwu, Ilmu Shorof, & Tabel Tashrif (Uraian Ringkas)
Berikut materi tata bahasa Arab dalam bentuk uraian ringkas, silahkan di-klik masing-masingnya bagi yang ingin menyimak lebih lanjut:
- Materi Ilmu Nahwu (Uraian Ringkas).
- Materi Ilmu Shorof (Uraian Ringkas).
- Tabel Shorof/ Tashrif yang merangkum Pola Tashrif berisi 20 Pola Wazan.
Blogger Hadi-Suro Arabica

II._KAJIAN NAHWU-SHOROF (KALIMAT-1)
Berikut satu kalimat/paragraf dari artikel yang akan dibahas pada seri kali ini sesuai kaidah tata bahasa Arab berdasarkan Ilmu Nahwu Shorof. Adapun link artikel lengkapnya ada di bagian berikutnya setelah kajian ini.
Kajian ini dilakukan berdasarkan Tool (alat bantu) Kajian berupa Tabel Rangkuman Nahwu Shorof untuk memudahkan dalam mengindentifikasi struktur kalimat, dan susunan kalimat berupa kata/huruf apa saja, baik peran/kedudukan kata maupun bentuk kata dan kelompok kata yang dipilih untuk memainkan peran/kedudukan tersebut. Tool (alat bantu) Kajian yang dimaksud dapat disimak terlebih dahulu di postingan tersendiri:
"Tool Kajian [Tabel Rangkuman Nahwu Shorof]".
#1) Baru-baru ini saya menemukan buku ini, “God Loves (Yang Dicintai Allah)” karya Sheikh Omar Suleiman. Ini buku yang indah. Saya hanya ingin berbagi (isi) Bab 26 dengan Anda.
لَقَدْ عَثَرْتُ مُؤَخَّرًا عَلَى هَذَا الْكِتَابِ, “اللَّهُ يُحِبُّ” لِلشَّيْخِ عُمَرَ سُلَيْمَانَ. كِتَابٌ جَمِيلٌ. أَوَدُّ فَقَطْ أَنْ أُشَارِكَكُمُ الْفَصْلَ السَّادِسَ وَالْعِشْرِينَ.
a. Kajian Kalimat…لَقَدْ عَثَرْتُ مُؤَخَّرًا عَلَى هَذَا الْكِتَابِ, “اللَّهُ يُحِبُّ” لِلشَّيْخِ عُمَرَ سُلَيْمَانَ.
لَقَدْ عَثَرْتُ مُؤَخَّرًا عَلَى هَذَا الْكِتَابِ, “اللَّهُ يُحِبُّ” لِلشَّيْخِ عُمَرَ سُلَيْمَانَ.
Baru-baru ini saya menemukan buku ini, “God Loves (Yang Dicintai Allah)” karya Sheikh Omar Suleiman.
- Struktur kalimat diatas dapat diuraikan susunan, kedudukan dan i’rab-nya secara ilmu nahwu sebagai berikut:
- Ini adalah 2 kalimat sempurna yang dipisahkan oleh tanda ‘koma’.
- Kalimat pertama لَقَدْ عَثَرْتُ مُؤَخَّرًا عَلَى هَذَا الْكِتَابِ dengan struktur jumlah fi’liyyah (kalimat verbal), dan
- Kalimat kedua “اللَّهُ يُحِبُّ” لِلشَّيْخِ عُمَرَ سُلَيْمَانَ dengan struktur jumlah ismiyyah (kalimat nominal).
- Kalimat pertama tersusun dari kata-kata dengan peran/kedudukan secara berurutan yaitu; penegas fi’il لَقَدْ, diikuti Fi’il lazim (kata kerja tanpa obyek), zharf zaman (keterangan waktu), dan muta’alliq bil fi’li (obyek tak langsung).
- Kalimat kedua, sebagai jumlah ismiyyah tersusun dari kata-kata yang berperan/kedudukan sebagai mubtada‘ (subyek) “اللَّهُ يُحِبُّ” , dan khabar (predikat) لِلشَّيْخِ عُمَرَ سُلَيْمَانَ
- Sekarang mari kita rinci tiap kata/lafadz satu per satu (kalimat ke-1) لَقَدْ عَثَرْتُ مُؤَخَّرًا عَلَى هَذَا الْكِتَابِ :
- Lafadz لَقَدْ adalah penegas fi’il, dan terdiri dari 2 harf penegas : لَ dan قَدْ yang artinya ‘sungguh benar-benar‘.
- Lafadz عَثَرَ… عَلَى adalah bentuk fi’il mudhari lazim ‘ artinya ‘menemukan, bertemu secara kebetulan‘.
- Fa’il (pelaku) أَنَا – تُ tersambung langsung ke fi’il dalam bentuk isim dhamir rafa’ muttasil عَثَرْتُ
- Lafadz مُؤَخَّرًا kedudukannya sebagai zharf zaman dalam bentuk isim naqirah (tanpa alim lam) dan i’rab manshub/fathah.
- Muta’alliq bil fi’li عَلَى هَذَا الْكِتَابِ adalah dalam bentuk jar wa majrur, yang terdiri dari:
- Huruf ta’alluq/jar عَلَى
- Isim muta’alliq هَذَا . Kaidahnya i’rab majrur, namun karena dalam bentuk isim isyarah maka tetap mabni.
- Badal dari isim muta’alliq الْكِتَابِ , ber-i’rab majrur karena sebagai badal adalah isim tawabi’ (mengikuti badal minhu/ yang digantikan هَذَا )
- Selanjutnya mari kita rinci tiap kata/lafadz untuk kalimat ke-2 “اللَّهُ يُحِبُّ” لِلشَّيْخِ عُمَرَ سُلَيْمَانَ :
- Mubtada‘ “اللَّهُ يُحِبُّ” dalam bentuk jumlah ismiyyah juga, terdiri dari:
- mubtada‘ اللَّهُ dalam bentuk isim makrifah dengan i’rab marfu’/dhammah.
- khabar يُحِبُّ dalam bentuk jumlah fi’liyyah berupa fi’il mudhari‘ dengan isim dhamir mustatir هُوَ – يُ
- Khabar لِلشَّيْخِ عُمَرَ سُلَيْمَانَ dalam bentuk jar wa majrur, terdiri dari:
- huruf jar لِ , artinya ‘bagi, oleh pengarang bernama’
- isim majrur الشَّيْخِ (tuan) dalam bentuk isim makrifah (didahului alim lam. Setelah digabung dengan huruf jar لِ, maka huruf alim dihilangkan.
- badal dari isim majrur yaitu عُمَرَ سُلَيْمَانَ dalam bentuk isim alam (nama orang)
- Mubtada‘ “اللَّهُ يُحِبُّ” dalam bentuk jumlah ismiyyah juga, terdiri dari:
- Lafadz مُؤَخَّرًا adalah bentuk isim maf’ul dari kata kerja/fi’il أَخَّرَ – يُؤَخِّرُ (menunda, mengakhirkan). Arti dalam bentuk isim maf’ul menjadi ‘sesuatu yang ditunda/ diakhirkan‘. Karena dalam kedudukan sebagai keterangan waktu, maka makna harfiahnya menjadi ‘waktu yang diakhirkan, atau baru-baru ini‘.
b. Kajian kalimat… كِتَابٌ جَمِيلٌ. أَوَدُّ فَقَطْ أَنْ أُشَارِكَكُمُ الْفَصْلَ السَّادِسَ وَالْعِشْرِينَ.
كِتَابٌ جَمِيلٌ. أَوَدُّ فَقَطْ أَنْ أُشَارِكَكُمُ الْفَصْلَ السَّادِسَ وَالْعِشْرِينَ.
Saya hanya ingin berbagi (isi) Bab 26 dengan Anda.
- Struktur kalimat diatas dapat diuraikan susunan, kedudukan dan i’rab-nya secara ilmu nahwu sebagai berikut:
- Struktur kalimat pertama كِتَابٌ جَمِيلٌ adalah jumlah ismiyyah (kalimat nominal), terdiri dari kata-kata dengan peran/kedudukan:
- mubtada‘ yang disembunyikan/tidak disebutkan yang harusnya (kalau disebutkan) adalah هَذَا (ini).
- khabar berupa murakkab washfiy كِتَابٌ جَمِيلٌ , terdiri dari man’ut (yang disifatkan) كِتَابٌ dengan i’rab marfu‘ (mewakili sebagai khabar), dan na’at (sifat) جَمِيلٌ dengan i’rab marfu‘ juga karena mengikuti man’ut.
- Struktur kalimat kedua أَوَدُّ فَقَطْ أَنْ أُشَارِكَكُمُ الْفَصْلَ السَّادِسَ وَالْعِشْرِينَ adalah jumlah fi’liyyah (kalimat verbal), terdiri dari kata-kata penyusun dengan peran/kedudukan sebagai berikut:
- fi’il mudhari’ وَدَّ – يَوَدُّ (menyukai)
- fa’il أَنَا – أَ dalam bentuk isim dhamir rafa’ muttasil (tersambung) ke fi’il menjadi أَوَدُّ (saya menyukai)
- Struktur kalimat pertama كِتَابٌ جَمِيلٌ adalah jumlah ismiyyah (kalimat nominal), terdiri dari kata-kata dengan peran/kedudukan:
- Lafadz
III._ARTIKEL LENGKAP (INDO-ARABIC), DALAM 6 EPISODE (LINK)
Bacaan lengkapnya dari kalimat-kalimat yang dibahas pada Kajian diatas dapat dilihat pada Artikel lengkap (Indo-Arabic) dalam postingan tersendiri, dalam 6 Episode sebagai berikut:
A. Buku Tentang “Yang Dicintai Allah” Yang Menukil Hadits Nabi Mengenai Orang Yang ‘Menghindar’ dari Pujian dan Keterkenalan.
B. Kriteria Orang-orang Yang Dicintai Allah. Perbandingan Orang Yang Terkenal Di Mata Masyarakat dan Orang Yang Menghindar Dari Keterkenalan, Manakah Yang Dicintai Allah?
C. Majlis/Pertemuan Apa Yang Sebaiknya Dihindari Oleh Kita Dari Menonjolkan Diri
D. Perilaku Tauladan Ke-Tawadhu’-an Yang Dicontohkan Oleh Rasulullah Dan Sahabat Utsman Bin Affan
E. Kisah Seorang Ibu Petugas Kebersihan Masjid Yang Dicari Nabi untuk di-shalatkan Lagi Oleh Beliau Meskipun sudah Dikuburkan oleh Para Sahabat Tanpa Memberitahukannya Kepada Beliau Karena Dianggap Orang Biasa/Tidak Penting.
F. Hikmah Yang Bisa Diambil Dari Hadits Nabi Dan Kisah Ibu Petugas Kebersihan Masjid
Untuk artikel lengkapnya, silahkan klik link berikut:
…Orang-Orang Yang Dicintai Allah (The Story – Full 6 Episodes)…
Penulis Artikel / Blogger:
Hadi-Suro Arabica… (Penikmat Kopi Arabica)… [Website: kalaamul-hadi.com]
Referensi/ Sumber :
YouTube By: Blogging Theology
Judul: “Allah Loves Those the World Overlooks” https://youtu.be/tqdMFbq3hs4?si=xc69zfK7xblcYyB-
Baca kajian sebelumnya … Mengapa Al-Qur’an Sulit Diterjemahkan (Kajian-3) …
Baca juga Seri lainnya… Shalat Ataukah Rutinitas (The Story – Full 5 Episodes) …
Baca juga … Ilmu Nahwu …
Baca juga … Ilmu Shorof …
Leave a Reply