
Mengapa Al-Qur'an Sulit Diterjemahkan? (Secara Lengkap/Utuh)
(The Story - Full 5 Episodes)
DAFTAR ISI:

Blogger Hadi-Suro Arabica

PENGANTAR KISAH
Kisah berikut adalah artikel tentang tidak mungkinnya dalam menerjemahkan al-Qur’an kedalam bahasa lain baik bahasa Inggris, bahasa Indonesia ataupun bahasa lainnya secara lengkap dan utuh dalam pemaknaan. Artikel dibagi menjadi beberapa episode:
- A. Kekayaan Makna – Tantangan Dalam Menerjemah Al-Qur’an
- B. Kedalaman Bahasa Arab dan Sistem Orientasi Akar Kata
- C. Pilihan Susunan Kata Dalam Setiap Ayat dan Pengaruh dalam Penekanan Makna
- D. Suara & Irama Keselarasan Ayat Yang Tidak Bisa Diterjemahkan
- E. Jalan Menuju Pemahaman
Berikut artikel bacaan lengkapnya yang kalimat-kalimatnya (pilihan) dibahas pada Serial Kajian pembahasan, sesuai kaidah-kaidah tata bahasa Arab pada Ilmu Nahwu & Shorof,
Mengapa Al-Qur’an Sulit Diterjemahkan? (Secara Lengkap & Utuh)
ARTIKEL LENGKAP (INDO-ARABIC), DALAM 5 EPISODE:
A. Kekayaan Makna – Tantangan Dalam Menerjemah Al-Qur’an
#1) Anda sama sekali belum pernah membaca Al-Quran. Jika Anda hanya membacanya dalam bahasa Inggris, Anda hanya membaca tebakan seseorang tentang apa yang dikatakan Al-Quran.
لَمْ تَقْرَأِ الْقُرْآنَ قَطُّ.
إِذَا كُنْتَ قَدْ قَرَأْتَهُ بِاللُّغَةِ الْإِنْجِلِيزِيَّةِ فَقَطْ، فَقَدْ قَرَأْتَ تَخْمِينَ شَخْصٍ مَا لِمَا يَقُولُهُ الْقُرْآنُ.
#2) Hari ini, saya akan menjelaskan mengapa Al-Quran tidak dapat diterjemahkan dan apa artinya bagi Anda.
سَأُوَضِّحُ لَكُمْ الْيَوْمَ لِمَاذَا لَا يُمْكِنُ تَرْجَمَةُ الْقُرْآنِ وَمَاذَا يَعْنِي ذَلِكَ بِالنِّسْبَةِ لَكُمْ
#3) Selamat datang kembali di “Jalan Islam”. Saya Muhammad. Jika Anda baru di sini, kanal ini menjelaskan Islam melalui sejarah, sains, dan bahasa.
أَهْلًا بِكُمْ مُجَدَّدًا فِي “طَرِيقِ الْإِسْلَامِ”. أَنَا مُحَمَّدٌ. إِذَا كُنْتَ جَدِيدًا هُنَا، فَإِنَّ هَذِهِ الْقَنَاةَ تَشْرَحُ الْإِسْلَامَ مِنْ خِلَالِ التَّارِيخِ وَالْعُلُومِ وَاللُّغَةِ
#4) Hari ini, kita akan membahas salah satu pertanyaan paling menarik tentang Al-Quran. Mengapa para ilmuwan sendiri mengatakan bahwa ia tidak dapat diterjemahkan? Klik tombol berlangganan dan mari kita mulai.
الْيَوْمَ سَنَتَنَاوَلُ أَحَدَ أَكْثَرِ الْأَسْئِلَةِ إِثَارَةً لِلِاهْتِمَامِ حَوْلَ الْقُرْآنِ. لِمَاذَا يَقُولُ الْعُلَمَاءُ أَنْفُسُهُمْ أَنَّهُ لَا يُمْكِنُ تَرْجَمَتُهَا. اضْغَطْ عَلَى زِرِّ الِاشْتِرَاكِ وَلْنَبْدَأْ
B. Kedalaman Bahasa Arab dan Sistem Orientasi Akar Kata
#5) Pertama, mari kita lihat skalanya: Bahasa Inggris memiliki sekitar 170.000 kata. Bahasa Arab memiliki lebih dari 12 juta. Itu bukan salah ketik. Dua belas juta. Bagaimana caranya? Melalui sistem yang radikal/ mendasar.
أَوَّلًا، الْمِقْيَاسُ، تَحْتَوِي اللُّغَةُ الْإِنْجِلِيزِيَّةُ حَوَالَيْ 170 أَلْفَ كَلِمَةٍ. يُوجَدُ أَكْثَرُ مِنْ 12 مِلْيُونَ الْعَرَبِيَّةِ. هَذَا لَيْسَ خَطَأً مَطْبَعِيًّا. 12 مِلْيُونَ. كَيْفَ؟ مِنْ خِلَالِ نِظَامٍ جَذْرِيٍّ
#6) Setiap kata dalam bahasa Arab berasal dari akar kata tiga huruf. Beranak-pinak. Dari satu akar kata, Anda dapat membentuk puluhan kata yang terkait.
كُلُّ كَلِمَةٍ عَرَبِيَّةٍ تَأْتِي مِنْ جِذْرٍ مُكَوَّنٍ مِنْ ثَلَاثَةِ أَحْرُفٍ. انْطِلَاقًا. مِنْ جِذْرٍ وَاحِدٍ يُمْكِنُكَ بِنَاءُ عَشَرَاتِ الْكَلِمَاتِ ذَاتِ الصِّلَةِ.
#7) Masing-masing memiliki makna dasar yang sama tetapi menambahkan nuansa uniknya sendiri. Oleh karena itu, kedalaman bahasa Arab jauh lebih besar daripada bahasa Inggris.
يَشْتَرِكُ كُلٌّ مِنْهَا فِي الْمَعْنَى الْأَسَاسِيِّ، لَكِنْ يُضِيفُ لَمْسَةً خَاصَّةً. لِذَا، فَإِنَّ عُمْقَ اللُّغَةِ الْعَرَبِيَّةِ أَكْثَرُ بِكَثِيرٍ مِنَ اللُّغَةِ الْإِنْجِلِيزِيَّةِ
#8) Izinkan saya menjelaskan apa artinya ini secara praktis. Ambil contoh kata “shalat” . Bahasa Inggris menerjemahkan “shalat” sebagai “doa”, tetapi shalat melibatkan gerakan fisik, disiplin lima kali sehari, pengucapan verbal tertentu, konsentrasi mental, penyerahan tubuh, dan hubungan spiritual.
دَعْنِي أُوْضِحُ لَكَ مَا يَعْنِيهِ هَذَا عَمَلِيّاً. خُذْ كَلِمَةَ صَلَاةٍ. تَتَرْجِمُ الْإِنْجِلِيزِيَّةُ كَلِمَةَ “صَلَاةٍ” إِلَى “دُعَاءٍ”، لَكِنَّ الصَّلَاةَ تَشْمَلُ الْحَرَكَةَ وَالْجَسَدِيَّةَ، و الْاِنْضِبَاطَ خَمْسِ مَرَّاتٍ فِي اليَوْمِ، والتِّلَاوَةَ اللَّفَظِيَّةَ المُحَدَّدَةَ، والتَّرْكِيزَ الْعَقْلِيَّ، وَخُضُوعَ الجَّسَدِ، وَ الاِتِّصَالَ الرُّوْحِي.
#9) Tidak ada kata dalam bahasa Inggris yang dapat mencakup semuanya. Shalat adalah naungan yang halus.
لَا تُوْجَدُ كَلِمَةٌ اِنْجِلِيزِيَّةٌ تُعَبِّرُ عَنْ ذٰلِكَ. الصَّلَاةُ ظِلٌّ رَقِيقٌ.
#10) Ambil contoh kata “takwa”. Kata ini diterjemahkan dalam bahasa Inggris sebagai takut akan Tuhan. Pada kenyataannya, takwa adalah kesadaran, kewaspadaan, cinta, takut, dan menyadari keberadaan akan Tuhan dalam waktu bersamaan.
خُذْ كَلِمَةَ تَقْوَى. يُتَرْجَمُ الْإِنْجِلِيزِيَّةَ إِلَى الْخَوْفِ مِنَ اللهِ . فِي الْحَقِيقَةِ، التَّقْوَى هِيَ الْوَعْيُ، وَالْيَقَظَةُ، وَالْحُبُّ، والْخَوْفُ ، وَالْإِدْرَاكُ بِاللهِ فِي آنٍ وَاحِدٍ
#11) Seorang penerjemah harus memilih salah satu artinya. Arti lainnya akan hilang.
يَتَعَيَّنُ عَلَى الْمُتَرْجِمِينَ اخْتِيَارُ وَاحِدٍ. أَمَّا الْبَاقِي فَهُوَ مَفْقُودٌ.
#12) Ambil contoh kata “belas kasih”. Kata dalam bahasa Inggrisnya adalah “mercy”. Tetapi kata belas kasih berasal dari akar kata yang sama dengan kata Arab untuk “rahim”. Itu adalah semacam cinta keibuan yang dalam dan tak terbatas, seperti cinta seorang ibu di dalam rahim. Kata “mercy” tidak mengekspresikan hal itu.
خُذْ كَلِمَةَ رَحْمَةٍ. يَقُولُ الْإِنْجِلِيزِيَّةُ كَلِمَةَ رَأْفَةٍ. لَكِنَّ كَلِمَةَ رَحْمَةٍ تَأْتِي مِنْ نَفْسِ جِذْرِ الْكَلِمَةِ الْعَرَبِيَّةِ الَّتِي تَعْنِي الرَّحِمَ. إِنَّهُ نَوْعٌ مِنَ الْحُبِّ الْأُمُومِيِّ الْعَمِيقِ، اللَّامُتَنَاهِي، الَّذِي يُشْبِهُ حُبَّ الْأُمِّ فِي الرَّحِمِ. الرَّأْفَةُ لَا تُعَبِّرُ عَنْ ذَلِكَ.
#13) Hal ini terjadi pada ratusan kata dalam Al-Quran. Setiap terjemahan merupakan serangkaian kompromi.
يَحْدُثُ هَذَا مَعَ مِئَاتِ الْكَلِمَاتِ الْقُرْآنِيَّةِ. كُلُّ تَرْجَمَةٍ هِيَ سِلْسِلَةٌ مِنَ التَّنَازُلَاتِ.
C. Pilihan Susunan Kata Dalam Setiap Ayat dan Pengaruh dalam Penekanan Makna
#14) Bahasa Arab juga menggunakan susunan kata untuk menyampaikan makna. Dalam bahasa Inggris, “kucing itu duduk di atas karpet” tidak dapat diatur ulang tanpa merusak kalimat.
تَسْتَخْدِمُ اللُّغَةُ الْعَرَبِيَّةُ أَيْضًا تَرْتِيبَ الْكَلِمَاتِ لِنَقْلِ الْمَعْنَى. بِاللُّغَةِ الْإِنْجِلِيزِيَّةِ ، “جَلَسَتِ الْقِطَّةُ عَلَى السَّجَّادَةِ” لَا يُمْكِنُ إِعَادَةُ تَرْتِيبِهَا حَقًّا دُونَ كَسْرِ الْجُمْلَةِ
#15) Dalam bahasa Arab, Anda dapat menukar posisi kata/frase tanpa menyalahi kaidah tata bahasa, dan setiap perubahan variasi letak kata/frase menggeser fokus penekanan makna. Al-Quran menggunakan hal ini dengan sangat tepat.
فِي اللُّغَةِ الْعَرَبِيَّةِ، يُمْكِنُكَ تَبْدِيلُ الْكَلِمَاتِ دُونَ الْإِخْلَالِ بِالْقَوَاعِدِ النَّحْوِيَّةِ، وَكُلُّ تَغْيِيرٍ فِي مَوْضِعِ الْكَلِمَةِ يُغَيِّرُ مِنْ دَلَالَةِ الْمَعْنَى. وَقَدِ اسْتَخْدَمَ الْقُرْآنُ الْكَرِيمُ هَذَا الْأَمْرَ بِدِقَّةٍ مُتَنَاهِيَةٍ.
#16) Perhatikan ayat “Hanya Engkau yang kami sembah, dan hanya kepada Engkau kami memohon pertolongan.” Ini berarti, “Engkau semata yang kami sembah, dan kepada Engkau semata kami memohon pertolongan.”
خُذِ الْآيَةَ “إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ” وَهَذَا يَعْنِي، “أَنْتَ وَحْدَكَ نَعْبُدُ، وَأَنْتَ وَحْدَكَ نَطْلُبُ الْعَوْنَ.”
#17) “Hanya Engkau” diletakkan di awal. Ini sangat penting. Ini bukan sekadar berarti “Kami menyembah Engkau”; tetapi berarti: “Hanya Engkau semata, secara eksklusif. Tidak ada yang lain.”
“أَنْتَ وَحْدَكَ” تَأْتِي أَوَّلًا. هَذَا الْمَوْضُوعُ بَالِغُ الْأَهَمِّيَّةِ. الْأَمْرُ لَا يَعْنِي فَقَطْ “نَحْنُ نَعْبُدُكَ” هَذَا يَعْنِي : “أَنْتَ فَقَطْ، حَصْرًا. لَا أَحَدَ غَيْرُكَ.”
#18) Dalam bahasa Inggris, Anda memerlukan kata-kata tambahan untuk memodifikasi penekanan ini, namun efeknya tidak akan sama.
فِي اللُّغَةِ الْإِنْجِلِيزِيَّةِ، سَتَحْتَاجُ إِلَى كَلِمَاتٍ إِضَافِيَّةٍ لِلتَّغْيِيرِ عَنْ هَذَا التَّأْكِيدِ، وَمَعَ ذَٰلِكَ لَنْ يَكُونَ التَّأْثِيرُ نَفْسَهُ
#19) Susunan kata dalam Al-Quran bukanlah sembarangan; ia sarat dengan kekuatan retorika.
إِنَّ تَرْتِيبَ الْكَلِمَاتِ فِي الْقُرْآنِ لَيْسَ عَشْوَائِيًّا. إِنَّهَا مَلِيئَةٌ بِالْقُوَّةِ الْبَلَاغِيَّةِ
D. Suara & Irama Keselarasan Ayat Yang Tidak Bisa Diterjemahkan
#20) Terjemahan menyederhanakan (makna)nya. Al-Quran tidak hanya dimaksudkan untuk dibaca. Ia dimaksudkan untuk didengar.
التَّرْجَمَةُ تُبَسِّطُهَا. الْقُرْآنُ لَيْسَ الْمَقْصُودُ مِنْهُ أَنْ يُقْرَأَ فَقَطْ. مِنَ الْمُفْتَرَضِ أَنْ يُسْمَعَ.
#21) Ayat-ayat Al-Quran dalam bahasa Arab itu saling selaras (keserasian secara keseluruhan), dan pada kata-katanya ada irama/ harmoni. Ayat-ayat itu memiliki irama (ritme bunyi yang terasa ketika didengar), yang berharmoni.
تَتَنَاغَمُ الْآيَاتُ الْقُرْآنُ الْكَرِيمِ الْعَرَبِيَّةُ، وَلَهَا إِيقَاعٌ . لَهَا إِيقَاعٌ مُتَنَاغِمٌ .
#22) Bahkan orang yang tidak berbahasa Arab pun sering menangis ketika mendengar Al-Quran dibaca. Suara itu sendiri mampu menggerakkan emosi mereka.
حَتَّى الْأَشْخَاصُ الَّذِينَ لَا يَتَحَدَّثُونَ الْعَرَبِيَّةَ غَالِبًا مَا يَبْكُونَ عِنْدَمَا يَسْمَعُونَ تِلَاوَةَ الْقُرْآنِ. الصَّوْتُ نَفْسُهُ يُحَرِّكُ مَشَاعِرَهُمْ
#23) Saat menerjemahkan Al-Quran, Anda menghancurkan bunyinya. Anda tidak dapat menerjemahkan irama sajak/ persamaan bunyi (di akhir sajak).
عِنْدَمَا تُتَرْجِمُ الْقُرْآنَ فَإِنَّكَ تُدَمِّرُ الصَّوْتَ. لَا يُمْكِنُكَ تَرْجَمَةُ الْقَافِيَةِ.
#24) Anda tidak dapat menerjemahkan ritmenya. Anda tidak dapat menerjemahkan bagaimana konsonan-konsonan tertentu berbunyi bersamaan.
لَا يُمْكِنُكَ تَرْجَمَةُ الْإِيقَاعِ. لَا يُمْكِنُكَ تَرْجَمَةُ كَيْفِيَّةِ رَنِينِ بَعْضِ الْحُرُوفِ السَّاكِنَةِ مَعًا.
#25) Inilah mengapa anak-anak Muslim menghafal Al-Quran dalam bahasa Arab, bukan dalam bahasa ibu mereka. Bunyi adalah bagian dari maknanya.
وَلِهَذَا السَّبَبِ يَحْفَظُ الْأَطْفَالُ الْمُسْلِمُونَ الْقُرْآنَ بِاللُّغَةِ الْعَرَبِيَّةِ، وَلَيْسَ بِلُغَاتِهِمُ الْأُمِّ. الصَّوْتُ جُزْءٌ مِنَ الْمَعْنَى.
#26) Jika Anda hanya membaca Al-Quran dalam bahasa Inggris, bayangkan membaca not musik tanpa pernah mendengar lagunya. Itulah yang selama ini Anda lakukan.
إِذَا كُنْتَ قَدْ قَرَأْتَ الْقُرْآنَ بِاللُّغَةِ الْإِنْجِلِيزِيَّةِ فَقَطْ، فَتَخَيَّلْ أَنَّكَ تَقْرَأُ النُّوتَةَ الْمُوسِيقِيَّةَ دُونَ أَنْ تَسْمَعَ الْأُغْنِيَةَ أَبَدًا. هَذَا مَا كُنْتَ تَفْعَلُهُ.
E. Jalan Menuju Pemahaman
#27) Beberapa kata dalam Al-Quran sama sekali tidak memiliki padanan dalam bahasa Inggris.
بَعْضُ الْكَلِمَاتِ الْقُرْآنِيَّةِ لَيْسَ لَهَا مُقَابِلٌ فِي اللُّغَةِ الْإِنْجِلِيزِيَّةِ عَلَى الْإِطْلَاقِ.
#28) Tawakal, ketergantungan yang mendalam kepada Allah yang disertai dengan tindakan, bukan menunggu secara pasif. Kesabaran, daya tahan, ketekunan, dan ketenangan di bawah tekanan.
التَّوَكُّلُ، الِاعْتِمَادُ الْعَمِيقُ عَلَى اللهِ الْمُقْتَرِنُ بِالْعَمَلِ. وَلَيْسَ الِانْتِظَارُ السَّلْبِيُّ. الصَّبْرُ، وَالتَّحَمُّلُ، وَالْمُثَابَرَةُ، وَالْهُدُوءُ تَحْتَ الضَّغْطِ.
#29) Khusyu’, konsentrasi yang rendah hati, terutama dalam ibadah, iman, akidah, tetapi juga rasa aman dan sikap percaya yang semuanya saling terkait, kesadaran akan Tuhan di setiap saat.
الْخُشُوعُ، التَّرْكِيزُ الْمُتَوَاضِعُ، وَخَاصَّةً فِي الْعِبَادَةِ، الْإِيمَانُ، وَالْعَقِيدَةُ، وَلَكِنْ أَيْضًا الشُّعُورُ بِالْأَمَانِ وَالثِّقَةِ، وَكُلُّهَا مُتَرَابِطَةٌ، الْوَعْيُ بِاللَّهِ فِي كُلِّ لَحْظَةٍ.
#30) Penerjemah harus memilih satu makna untuk setiap kata. Makna lain akan hilang sepenuhnya. Inilah sebabnya mengapa para ahli menyebut teks terjemahan bahasa Inggris sebagai makna Al-Qur’an, bukan Al-Qur’an itu sendiri. Terjemahan tersebut memberikan outline/ garis besar secara umum.
عَلَى الْمُتَرْجِمِينَ اخْتِيَارُ مَعْنًى وَاحِدٍ لِكُلِّ كَلِمَةٍ. أَمَّا الْمَعَانِي الْأُخْرَى فَتَخْتَفِي تَمَامًا. وَلِهَٰذَا السَّبَبِ يُشِيرُ الْعُلَمَاءُ إِلَى النَّصِ التَّرْجَمَاتِ الْإِنْجْلِيزِيَّةِ عَلَى أَنَّهَا مَعَانِي الْقُرْآنِ، وَلَيْسَ الْقُرْآنَ نَفْسَهُ. فَهَٰذِهِ التَّرْجَمَاتُ تُقَدِّمُ مُخَطَّطًا عَامًّا.
#31) Teks aslinya ditulis dalam bahasa Arab. Kabar baiknya adalah Anda tidak harus menjadi orang Arab untuk mempelajarinya. Dengan belajar secara konsisten, Anda dapat membaca bahasa Arab Al-Quran dalam waktu 6 hingga 12 bulan.
كُتِبَ النَّصُّ الْأَصْلِيُّ بِاللُّغَةِ الْعَرَبِيَّةِ. وَالْخَبَرُ السَّارُّ هُوَ أَنَّكَ لَسْتَ مُضْطَرًّا لِأَنْ تَكُونَ عَرَبِيًّا لِتَعَلُّمِهِ. فِي الدِّرَاسَةِ الْمُنْتَظَمَةِ، يُمْكِنُكَ قِرَاءَةُ اللُّغَةِ الْعَرَبِيَّةِ الْقُرْآنِيَّةِ فِي غُضُونِ سِتَّةٍ إِلَى اثْنَيْ عَشَرَ شَهْرًا.
#32) Saya mengajarkan ini dalam kursus saya “Jalan Menuju Islam”. Kita mulai dari nol dan membantu siswa membaca Al-Quran dalam beberapa bulan.
أَقُومُ بِتَدْرِيسِ هَذَا فِي دَوْرَتِي التَّدْرِيبِيَّةِ بِعُنْوَانِ “الطَّرِيقُ إِلَى الْإِسْلَامِ”. نَبْدَأُ مِنَ الصِّفْرِ وَنُسَاعِدُ الطُّلَّابَ عَلَى قِرَاءَةِ الْقُرْآنِ فِي غُضُونِ بِضْعَةِ أَشْهُرٍ.
#33) Jika Anda merasa video ini bermanfaat, silahkan tekan tombol like, subscribe, dan share. Link kursus saya ada di deskripsi. Sampai jumpa lagi. Salam damai.
إِذَا وَجَدْتَ هَٰذَا الْفِيدْيُو مُفِيدًا، يُرْجَى الْإِعْجَابُ وَالِاشْتِرَاكُ وَالْمُشَارَكَةُ. رَابِطُ الدَّوْرَةِ التَّدْرِيبِيَّةِ مَوْجُودٌ فِي الْوَصْفِ. إِلَى اللِّقَاءِ قَرِيبًا. السَّلَامُ عَلَيْكُمْ.
F. Kesimpulan
Bahasa Arab memang kaya makna, dan sistem orientasi yang mengacu kepada akar kata menjadikan setiap kata dalam bahasa Arab tidak pernah berdiri sendiri melainkan sebagai bagian dari ‘keluarga besar’ dari akar kata yang menaunginya, bersama dengan puluhan atau mungkin ratusan kata dengan akar kata yang sama namun dengan nuansa arti yang berbeda, sebagaimana daun-daun dari ranting, cabang, dan batang pohon dari akar yang sama.
Itulah mungkin salah satu alasan mengapa bahasa Arab yang dipilih untuk ‘menyuarakan’ kalam Ilahi. Dan keselarasan kata-kata dalam setiap ayat merupakan kekuatan utama teks Arab Al-Qur’an, dan juga pada irama dan harmoni ayat-ayat secara keseluruhan bak lantunan lagu, yang memang sulit untuk didapat hanya dengan membaca terjemah. Inilah alasan kuat mengapa Al-Qur’an sulit untuk diterjemahkan, dan tentunya penguasaan bahasa Arab memang diperlukan untuk dapat memahami sepenuhnya dengan utuh makna dari ayat-ayat Al-Qur’an.
Penulis Artikel / Blogger:
Hadi-Suro Arabica… (Penikmat Kopi Arabica)… [Website: kalaamul-hadi.com]
Referensi/ Sumber :
YouTube By: StartIslamPath
Judul: Why the Quran is Impossible to Translate (The Science of Arabic) https://youtu.be/SmN1VjqbJM0?si=vonQ3QeIWgX03uZi
Baca juga Serial lainnya… Mengasuh Anak (The Story – Full 6 Episodes) …
Baca juga Seri lainnya… Shalat Ataukah Rutinitas (The Story) …
Baca juga Seri lainnya… Kisah Ahmad (The Story – of Growing Episode) …
Baca juga … Ilmu Nahwu …
Baca juga … Ilmu Shorof …
Leave a Reply