Silahkan Klik tombol ‘ = ‘ di pojok kanan atas sebelah “Pengantar” untuk pilihan menu di layar hape.

Orang-Orang Yg Dicintai Allah (Artikel)

Orang-Orang Yang Dicintai Allah. "Hamba-hamba yang saleh, kaya hati (tidak meminta-minta), tidak membual/ membanggakan diri/keluarga, dan menghindari ketenaran—mereka yang tidak menarik perhatian".
(The Article)

DAFTAR ISI:

Blogger Hadi-Suro Arabica


PENGANTAR KISAH

Artikel berikut adalah artikel yang membahas sebuah buku berjudul “Allah Loves…” artinya “(Orang-Orang) Yang Dicintai Allah”, yaitu penjelasan/ syarah dari hadits yang berisi kurang lebih “Allah mencintai hamba yang saleh, kaya hati (tidak meminta-minta), tidak membual/ membanggakan diri/keluarga, dan menghindari ketenaran—mereka yang tidak menarik perhatian, menghindari sorotan, dan menjauhi ketenaran apa pun”.

Pengarang artikel ini adalah seorang muallaf, namun bukan itu poin-nya, sengaja kami ambil narasi artikelnya karena nilai moral yang berharga dari hadits yang dinukil, terutama di era sekarang yang sudah mewabah demam “flexing/ tampil diri, update status/ story berlebihan di med-sos”, yang ternyata justru tidak mendapatkan kecintaan dari Allah swt. Di samping itu, kami menganggap kalimat-kalimat yang disampaikan cukup kaya kosakata dan variasi bentuk kalimat yang beragam untuk proses pembelajaran bahasa Arab di website ini.

Artikel terdiri dari 6 Episode berikut:

  • A. Buku Tentang “Yang Dicintai Allah” Yang Menukil Hadits Nabi Mengenai Orang Yang ‘Menghindar’ dari Pujian dan Keterkenalan.
  • B. Kriteria Orang-orang Yang Dicintai Allah. Perbandingan Orang Yang Terkenal Di Mata Masyarakat dan Orang Yang Menghindar Dari Keterkenalan, Manakah Yang Dicintai Allah?
  • C. Majlis/Pertemuan Apa Yang Sebaiknya Dihindari Oleh Kita Dari Menonjolkan Diri
  • D. Perilaku Tauladan Ke-Tawadhu’-an Yang Dicontohkan Oleh Rasulullah Dan Sahabat Utsman Bin Affan
  • E. Kisah Seorang Ibu Petugas Kebersihan Masjid Yang Dicari Nabi untuk di-shalatkan Lagi Oleh Beliau Meskipun sudah Dikuburkan oleh Para Sahabat Tanpa Memberitahukannya Kepada Beliau Karena Dianggap Orang Biasa/Tidak Penting.
  • F. Hikmah Yang Bisa Diambil Dari Hadits Nabi Dan Kisah Ibu Petugas Kebersihan Masjid

Berikut artikel bacaan lengkapnya yang kalimat-kalimatnya (pilihan) dibahas pada Serial Kajian pembahasan, sesuai kaidah-kaidah tata bahasa Arab pada Ilmu Nahwu & Shorof,

ORANG-ORANG YANG DICINTAI ALLAH

ARTIKEL LENGKAP (INDO-ARABIC), DALAM 6 EPISODE:

A. Buku Tentang “Yang Dicintai Allah” Yang Menukil Hadits Nabi Mengenai Orang Yang ‘Menghindar’ dari Pujian dan Keterkenalan.

#1) Baru-baru ini saya menemukan buku ini, “God Loves (Yang Dicintai Allah)” karya Sheikh Omar Suleiman. Ini buku yang indah. Saya hanya ingin berbagi (isi) Bab 26 dengan Anda.

لَقَدْ عَثَرْتُ مُؤَخَّرًا عَلَى هَذَا الْكِتَابِ, “اللَّهُ يُحِبُّ” لِلشَّيْخِ عُمَرَ سُلَيْمَانَ. كِتَابٌ جَمِيلٌ. أَوَدُّ فَقَطْ أَنْ أُشَارِكَكُمُ الْفَصْلَ السَّادِسَ وَالْعِشْرِينَ.

#2) Allah mencintai orang-orang yang tidak terkenal. Ini adalah bab yang luar biasa. Saya ingin membagikannya kepada Anda. Bab ini menyebutkan hadits-hadits dan pengajaran lain. Buku itu mengatakan hal-hal berikut.

اللَّهُ يُحِبُّ غَيْرَ الْمَشْهُورِينَ. إِنَّهُ فَصْلٌ رَائِعٌ. أُرِيدُ أَنْ أُشَارِكَهُ مَعَكُمْ. يَذْكُرُ أَحَادِيثَ وَتَعَالِيمَ أُخْرَى. يَقُولُ الْكِتَابُ مَا يَلِي.

#3) Allah menyayangi mereka yang tidak diperhatikan siapa pun. Allah menyayangi mereka yang tidak dikenal. Allah menyayangi mereka yang tersembunyi. Allah menyayangi orang-orang yang hampir tidak diperhatikan dalam majlis/ forum pertemuan.

اللَّهُ يُحِبُّ أُولَئِكَ الَّذِينَ لَا يَلْتَفِتُ إِلَيْهِمْ أَحَدٌ. اللَّهُ يُحِبُّ أُولَئِكَ الْمَغْمُورِينَ. اللَّهُ يُحِبُّ أُولَئِكَ الْخَفِيِّينَ. اللَّهُ يُحِبُّ هَؤُلَاءِ الْأَشْخَاصَ الَّذِينَ بِالْكَادِ يَلْحَظُهُمْ أَحَدٌ فِي الْمَجَالِسِ.

#4) Siapakah orang-orang ini? Anda mungkin ingat sebuah hadits yang kurang lebih seperti ini: Allah mencintai hamba yang saleh, kaya hati (tidak meminta-minta), dan menghindari ketenaran—mereka yang tidak menarik perhatian, menghindari sorotan, dan menjauhi ketenaran apa pun. Tentu saja, (karena) ada banyak cara untuk menarik perhatian.

مَنْ هَؤُلَاءِ النَّاسُ؟ قَدْ تَتَذَكَّرُونَ حَدِيثًا يَقُولُ مَا يَلِي. إِنَّ اللهَ يُحِبُّ الْعَبْدَ التَّقِيَّ الْغَنِيَّ الْخَفِيَّ. الَّذِينَ لَا يَلْتَفِتُ إِلَيْهِمُ النَّاسُ, الَّذِينَ يَتَجَنَّبُونَ الْأَضْوَاءَ, وَيَتَجَنَّبُونَ أَيَّ شُهْرَةٍ. بِالطَّبْعِ, هُنَاكَ طُرُقٌ مُخْتَلِفَةٌ لِيَكُونَ الْمَرْءُ مَلْحُوظًا.

#5) Memang baik (jika kita) dikenal karena perbuatan baik, tetapi jelas suatu perbuatan riya’ jika kita berusaha dikenal karena perbuatan baik kita. Toh, jika seseorang melakukan perbuatan baik, sudah pasti beberapa di antaranya akan menjadi diketahui banyak orang pada waktu-waktu tertentu.

أَمُرُّ أَنْ يُعْرَفَ الْمَرْءُ بِسَبَبِ أَعْمَالِهِ الصَّالِحَةِ, وَلَكِنْ مِنَ الرِّيَاءِ بِوُضُوحٍ أَنْ نَسْعَى لِأَنْ نُعْرَفَ بِأَعْمَالِنَا الصَّالِحَةِ. إِذَا كَانَ شَخْصٌ بِأَعْمَالٍ صَالِحَةٍ, فَمِنَ الْوَاضِحِ أَنَّ هُنَاكَ قَدْرًا مِنْهَا سَيَظْهَرُ الْعَلَنَ فِي أَوْقَاتٍ مُعَيَّنَةٍ.

B. Kriteria Orang-orang Yang Dicintai Allah. Perbandingan Orang Yang Terkenal Di Mata Masyarakat dan Orang Yang Menghindar Dari Keterkenalan, Manakah Yang Dicintai Allah?

#6) Namun dalam situasi seperti ini, ada ‘perilaku menghindar’ (dari dilihat orang) bentuk lain yang dipuji oleh Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam. Jadi, perbuatan apa itu yang dipuji oleh Nabi? Suatu hari Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam sedang duduk bersama para sahabatnya ketika seorang pria lewat, dan Nabi bertanya: “Apa pendapat kalian tentang orang ini?”

لَكِنْ فِي هَذَا الْمَوْقِفِ, هُنَاكَ نَوْعٌ مُخْتَلِفٌ مِنَ الْخَفَاءِ يَمْدَحُهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. إِذًا, مَاذَا يَمْدَحُ النَّبِيُّ ؟ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جَالِسًا ذَاتَ يَوْمٍ مَعَ أَصْحَابِهِ, فَمَرَّ رَجُلٌ, فَسَأَلَ النَّبِيُّ: “مَا تَقُولُونَ فِي هَذَا ؟”

#7) Mereka berkata, “Wahai Rasulullah, orang ini layak/pantas kita terima, dan jika ia memberi syafaat, maka syafaatnya layak diterima. Jika ia berbicara, maka perkataannya layak didengarkan. Jika ia melamar, maka ia layak dinikahkan.” Orang itu kemudian pergi, dan Nabi, صلى الله عليه وسلم, melihat orang lain dan bertanya, “Bagaimana pendapat kalian tentang orang ini?”

قَالُوا: “يَا رَسُولَ اللَّهِ, هَذَا حَرِيٌّ, وَإِنْ شَفَعَ أَنْ يُشَفَّعَ”. “وَإِنْ قَالَ أَنْ يُسْمَعَ لِقَوْلِهِ”. “وَإِنْ خَطَبَ أَنْ يُزَوَّجَ”. مَضَى ذَلِكَ الرَّجُلُ, فَرَأَى النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجُلًا آخَرَ فَسَأَلَ: “مَا تَقُولُونَ فِي هَذَا؟”

#8) Mereka berkata, “Wahai Rasulullah, dia adalah orang miskin. Jika dia memberi syafaat, syafaatnya tidak akan diterima. Jika dia melamar, dia tidak akan dinikahkan. Jika dia berbicara, kata-katanya tidak akan didengarkan.” Nabi bersabda, “Orang ini lebih baik daripada seluruh bumi yang penuh dengan orang-orang seperti dia (yang dianggap layak tadi).”

“قَالُوا: “يَا رَسُولَ اللَّهِ, هَذَا رَجُلٌ فَقِيرٌ”.إِنْ يَشْفَعْ لَا يُشَفَّعْ”. “وَإِنْ خَطَبَ لَا يُزَوَّجْ, وَإِنْ قَالَ لَا يُسْمَعْ لِقَوْلِهِ”. فَقَالَ النَّبِيُّ: “هَذَا خَيْرٌ مِنْ مِلْءِ الْأَرْضِ مِنْ مِثْلِ هَذَا”

#9) Dan di sinilah hadits ini menjadi benar-benar luar biasa dan menginspirasi. Beberapa dari mereka yang paling disayang Allah adalah mereka yang paling kurang dikenal di masyarakat kita. Orang-orang pilihan /para auliya Allah, mereka yang paling dekat dengan-Nya, adalah permata yang tersembunyi di dalam masyarakat kita.

وَهُنَا يُصْبِحُ هَذَا الْحَدِيثُ رَائِعًا وَمُبْهِرًا. إِنَّ بَعْضًا مِنْ أَحَبِّ النَّاسِ إِلَى اللَّهِ هُمْ أَقَلُّهُمْ شُهْرَةً فِي مُجْتَمَعَاتِنَا. أَوْلِيَاءُ اللَّهِ, أُولَئِكَ الْأَقْرَبُ إِلَيْهِ, هُمُ الْجَوَاهِرُ الْمَكْنُونَةُ فِي مُجْتَمَعَاتِنَا.

#10) Dia adalah orang yang pendiam. Dia menjalankan tugas/ kewajiban dan ibadahnya, selalu menyapa orang dengan senyuman, hampir tidak diperhatikan dalam perkumpulan, tidak menyombongkan/ membanggakan diri, dan justru dialah yang mendapatkan tempat yang istimewa di sisi Allah.

إِنَّهُ شَخْصٌ هَادِئٌ. يُؤَدِّي خِدْمَتَهُ وَعِبَادَتَهُ, وَيَسْتَقْبِلُ النَّاسَ دَائِمًا بِابْتِسَامَةٍ, وَلَا يَكَادُ يُلَاحَظُ فِي الْمَجَالِسِ, وَلَا يَتَفَاخَرُ, وَفِي الْوَاقِعِ هُوَ يَكْتَسِبُ مَكَانَةً خَاصَّةً عِنْدَ اللَّهِ.

#11) Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam mengajarkan kepada kita bahwa hidup sederhana—yaitu, tidak terkenal—adalah kebiasaan yang baik bagi kita, dan merupakan bagian dari kerendahan hati. Beliau bersabda, “Orang terbaik adalah orang yang duduk di suatu pertemuan, sehingga ketika ia hadir ia tidak dikenali, dan ketika ia tidak hadir ia tidak dirindukan.”

عَلَّمَنَا النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ, أَنَّ الْخُمُولَ – أَيْ عَدَمَ الشُّهْرَةِ – عَادَةٌ جَيِّدَةٌ لَنَا, وَهِيَ جُزْءٌ مِنَ التَّوَاضُعِ. قَالَ إِنَّ خَيْرَ النَّاسِ هُوَ الَّذِي يَجْلِسُ فِي الْمَجَالِسِ, فَإِذَا حَضَرَ لَا يُعْرَفُ, وَإِذَا غَابَ لَا يُفْتَقَدُ.

C. Majlis/Pertemuan Apa Yang Sebaiknya Dihindari Oleh Kita Dari Menonjolkan Diri

#12) Jenis perkumpulan yang dimaksud di sini bukanlah perkumpulan untuk dzikir/ mengagungkan Allah, melainkan perkumpulan di mana muncul/berlangsung percakapan atau diskusi yang tidak bermanfaat.

نَوْعُ الْمَجَالِسِ الْمَقْصُودُ هُنَا لَيْسَ مَجَالِسَ الذِّكْرِ, بَلْ تِلْكَ الَّتِي قَدْ يَدُورُ فِيهَا حَدِيثٌ عَابِثٌ أَوْ نِقَاشَاتٌ لَيْسَتْ ذَاتَ فَائِدَةٍ كَبِيرَةٍ.

#13) Dalam pertemuan-pertemuan tersebut, orang-orang ini menjaga penampilan yang sederhana, tetap tenang, dan terkendali/ stay-cool. Hal ini menunjukkan kepada kita bahwa mereka sibuk memikirkan hal yang lain (yang menurut dia hal yang jauh lebih penting).

فِي تِلْكَ الْمَجَالِسِ, يُحَافِظُ هَؤُلَاءِ الْأَشْخَاصُ عَلَى الظُّهُورِ بِمَظْهَرٍ مُتَوَاضِعٍ, وَيَبْقَوْنَ هَادِئِينَ, وَيَتَحَلَّوْنَ بِالسَّكِينَةِ. هَذَا يُوَضِّحُ لَنَا أَنَّ هَؤُلَاءِ الْأَشْخَاصَ مَشْغُولُونَ بِشَيْءٍ آخَرَ.

#14) Mereka ini sibuk dalam mengejar tujuan (perolehan besar) yang berbeda. Mereka tidak mencari harga diri melalui pendapat orang lain. Ini bukan tentang mencari perhatian melalui perbuatan baik atau berlomba-lomba dalam hal itu, seperti yang disebutkan dalam Al-Quran, atau mempertontonkan kebajikan di depan umum, yang seharusnya semata-mata demi Allah Yang Maha Kuasa.

إِنَّهُمْ مُنْشَغِلُونَ بِنَوْعٍ آخَرَ مِنَ السَّعْيِ. إِنَّهُمْ لَا يَبْحَثُونَ عَنْ قِيمَتِهِمْ مِنْ خِلَالِ نَظْرَةِ الْآخَرِينَ إِلَيْهِمْ. هَذَا لَا يَتَعَلَّقُ بِلَفْتِ الِانْتِبَاهِ لِلْأَعْمَالِ الصَّالِحَةِ أَوِ التَّنَافُسِ فِيهَا كَمَا ذَكَرَ الْقُرْآنُ, أَوْ إِظْهَارِ الْفَضِيلَةِ عَلَنًا, وَالَّتِي يَجِبُ أَنْ تَكُونَ خَالِصَةً لِوَجْهِهِ تَعَالَى.

#15) Inilah orang yang tetap berusaha diam, menjaga kesantunan, kerendahan hati, dan kesopanan dalam pertemuan. Kita semua sungguh pernah melihat—dan saya pun pernah melihat—orang-orang seperti ini. Mereka berada di antara orang-orang tanpa membual/ membangga-banggakan diri/ keluarganya, tanpa banyak bicara, tanpa menyela perkataan siapa pun, dan tanpa terlalu mementingkan diri sendiri atau pendapat mereka. Inilah tata krama yang sangat baik.

هَذَا هُوَ الشَّخْصُ الَّذِي يَلْتَزِمُ الصَّمْتَ, وَيُحَافِظُ عَلَى اللِّينِ وَالتَّوَاضُعِ وَالْحَيَاءِ فِي الْمَجَالِسِ. لَقَدْ رَأَيْنَا جَمِيعًا – وَقَدْ رَأَيْتُ أَنَا أَيْضًا – أَشْخَاصًا كَهَؤُلَاءِ. يَكُونُونَ بَيْنَ النَّاسِ وَلَا يَتَبَاهَوْنَ, وَلَا يَتَحَدَّثُونَ كَثِيرًا, وَلَا يُقَاطِعُونَ أَحَدًا, وَلَا يَمْنَحُونَ أَهَمِّيَّةً مُفْرِطَةً لِأَنْفُسِهِمْ أَوْ لِآرَائِهِمْ. هَذَا أَدَبٌ رَائِعٌ.

#16) yang saya katakan, saya memang pernah menjumpai orang-orang seperti itu. Harus saya akui, ini adalah salah satu hal yang luar biasa dalam Islam. Jika kita mengaitkan ini dengan hadits pertama yang disebutkan di atas, kekayaan seseorang dapat mendatangkan ketenaran tertentu. Dan jika seseorang terkenal, hal itu dapat memberinya rasa diperhatikan yang tinggi.

كَمَا قُلْتُ, لَقَدِ الْتَقَيْتُ بِالتَّأْكِيدِ بِأَشْخَاصٍ كَهَؤُلَاءِ. يَجِبُ أَنْ أَقُولَ إِنَّ هَذَا مِنَ الْأَشْيَاءِ الِاسْتِثْنَائِيَّةِ فِي الْإِسْلَامِ. إِذَا رَبَطْنَا هَذَا بِأَوَّلِ حَدِيثٍ ذُكِرَ أَعْلَاهُ, فَإِنَّ ثَرَاءَ الْمَرْءِ قَدْ يَمْنَحُهُ نَوْعًا مِنَ الشُّهْرَةِ. وَإِذَا كَانَ الشَّخْصُ مَشْهُورًا, فَقَدْ يَمْنَحُهُ ذَلِكَ شُعُورًا بِأَهَمِّيَّةِ الذَّاتِ.

#17) Akibatnya, mereka tidak tahu bagaimana harusnya duduk di majlis, sementara mereka bukanlah orang yang kaya maupun terkenal. Ini sebenarnya masalah besar, masalah yang sangat besar.

وَنَتِيجَةً لِذَلِكَ, لَا يَعْرِفُونَ كَيْفَ يَجْلِسُونَ فِي الْمَجَالِسِ وَهُمْ لَيْسُوا أَغْنِيَاءَ أَوْ مَشْهُورِينَ. وَهَذِهِ فِي الْوَاقِعِ مُشْكِلَةٌ كَبِيرَةٌ, مُشْكِلَةٌ كَبِيرَةٌ جِدًّا.

D. Perilaku Tauladan Ke-Tawadhu’-an Yang Dicontohkan Oleh Rasulullah Dan Sahabat Utsman Bin Affan

#18) Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam adalah orang yang paling terkenal di dunia. Tetapi menjelang akhir hayatnya, ketika beliau memasuki suatu pertemuan, Anda tidak akan bisa mengenalinya (karena tidak menonjolkan diri).

كَانَ النَّبِيُّ, صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ, أَشْهَرَ شَخْصٍ فِي هَذَا الْعَالَمِ. لَكِنْ فِي نِهَايَةِ حَيَاتِهِ, عِنْدَمَا كَانَ يَدْخُلُ مَجْلِسًا, لَمْ يَكُنْ بِإِمْكَانِكَ تَمْيِيزُهُ.

#19) Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam seringnya berdiam diri. Beliau tidak memanfaatkan ketenaran yang Allah berikan kepadanya sebagai Rasul-Nya untuk menjadikannya pusat perhatian orang atas semua aktifitasnya (di masyarakat). Demikian pula, Utsman, semoga Allah meridainya, termasuk di antara sahabat Nabi yang terkaya, namun ia adalah orang yang paling tidak menarik perhatian ketika memasuki suatu pertemuan, karena kerendahan hatinya yang mendalam. Omar Suleiman (sang pengarang) menulis: Saya harus menyimpulkan seperti ini karena saya merasa ini suatu hal yang sangat mendalam.

كَانَ النَّبِيُّ, صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ, يُطِيلُ الصَّمْتَ. لَمْ يَسْتَغِلِّ النَّبِيُّ الشُّهْرَةَ الَّتِي مَنَحَهَا اللَّهُ لَهُ لِكَوْنِهِ رَسُولَهُ, لِيَجْعَلَهَا مِحْوَرًا لِكُلِّ شُؤُونِهِ. وَكَذَلِكَ عُثْمَانُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ, فَقَدْ كَانَ مِنْ أَغْنَى أَصْحَابِ النَّبِيِّ, وَلَكِنَّهُ كَانَ أَقَلَّهُمْ لَفْتًا لِلْأَنْظَارِ إِذَا دَخَلَ مَجْلِسًا, وَذَلِكَ لِشِدَّةِ تَوَاضُعِهِ. وَيَكْتُبُ عُمَرُ سُلَيْمَانُ: لَا بُدَّ أَنْ أَخْتِمَ بِهَذَا لِأَنَّنِي أَجِدُهُ عَمِيقًا لِلْغَايَةِ.

E. Kisah Seorang Ibu Petugas Kebersihan Masjid Yang Dicari Nabi untuk di-shalatkan Lagi Oleh Beliau Meskipun sudah Dikuburkan oleh Para Sahabat Tanpa Memberitahukannya Kepada Beliau Karena Dianggap Orang Biasa/Tidak Penting.

#20) Suatu hari ketika Nabi bangun, beliau menyadari bahwa wanita yang biasa membersihkan masjid tidak ada di sana. Para Sahabat berkata: “Wahai Rasulullah, dia telah meninggal dunia dan kami tidak ingin membangunkanmu di malam hari, jadi kami menguburkannya karena kami tidak ingin mengganggumu.”

عِنْدَمَا اسْتَيْقَظَ النَّبِيُّ يَوْمًا مَا, لَاحَظَ أَنَّ الْمَرْأَةَ الَّتِي كَانَتْ تُنَظِّفُ الْمَسْجِدَ لَمْ تَكُنْ مَوْجُودَةً. قَالَ الصَّحَابَةُ: “يَا رَسُولَ اللَّهِ, لَقَدْ تُوُفِّيَتْ وَلَمْ نَرْغَبْ فِي إِيْقَاظِكَ لَيْلًا, فَدَفَنَّاهَا لِأَنَّنَا لَمْ نُرِدْ إِزْعَاجَكَ”.

#21) Ini berarti mereka (para sahabat) menganggapnya (ibu itu) sebagai sosok yang tidak penting dalam masyarakat. Hanya seorang wanita, seorang wanita yang membersihkan masjid. Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam sangat sedih karenanya dan berkata, “Tunjukkan kepadaku kuburnya.” Kemudian beliau menshalatkan-nya (shalat mayit didepan kuburnya) lagi, seolah-olah prosesi pemakaman yang dilakukan para Sahabat belum cukup.

كان هذا يعني أنهم ظنوا أنها شخصية غير ذات أهمية في المجتمع. مجرد امرأة, مجرد امرأة كانت تنظف المسجد. حزن النبي عليه السلم كثيرا لذلك وقال: “دلوني على قبرها”. ثم صلى عليها مرة أخرى, وكأن جنازة الصحابة لم تكن كافية.

#22) Ia menshalatkan lagi untuk wanita itu dan mengatakan bahwa shalat mayit (yang dia lakukan) adalah cahaya bagi orang yang telah meninggal. Ada pelajaran besar dalam hal ini bagi kita. Meskipun wanita ini tidak diperhatikan oleh orang-orang, namun Allah (ternyata) memperhatikannya.

صلى عليها مجددا وقال إن صلاته نور لصاحب القبر. هناك درس عظيم في هذا لنا. على الرغم من أن هذه المرأة لم يلحظها الناس, إلا أن الله لاحظها.

F. Hikmah Yang Bisa Diambil Dari Hadits Nabi Dan Kisah Ibu Petugas Kebersihan Masjid

#23) Kita memohon kepada Allah agar menjaga kita. Ya Allah, jadikan kami berusaha untuk meraih keridhaan-Mu, dan ajarkan kami untuk mempraktikkan kerendahan hati, kesopanan, rasa malu, dan keheningan (menahan diri dari menonjolkan diri). Jangan biarkan orang lain memikul beban kami, atau memandang kami dengan cara tertentu, atau berbicara kepada kami dengan cara tertentu.

نسأل الله أن يلاحظنا. اللهم اجعلنا نسعى لنيل رضاك, وعلمنا ممارسة التواضع, والخمول, والحياء, والصمت. ألا ندع الناس يحملون أمتعتنا, ولا أن ينظروا إلينا بطريقة معينة, أو يتحدثوا إلينا بطريقة معينة.

#24) Kita harus selalu berusaha sebaik mungkin untuk menjaga kerendahan hati, dan berupaya untuk mencintai Allah bahkan ketika kita (merasa) dikelilingi oleh selain-Nya.

يجب أن نبذل قصارى جهدنا دائما للحفاظ على شعور بالحياء, وأن نسعى لمحبة الله حتى عندما نكون محاطين بغيره.

#25) Ya Allah, jadikanlah kami termasuk di antara mereka, Aamin. Jadi, ini adalah bab yang indah dalam buku ini, “(Orang-Orang) Yang Dicintai Allah”. Setiap bab membahas tema yang berbeda: kebaikan, kehormatan, martabat, kekuatan, keadilan, dan kesabaran.

اللهم اجعلنا منهم, آمين. إذاً, هو فصل جميل في هذا الكتاب “الله يحب”. كل فصل يتناول موضوعا مختلفا. الرفق, والشرف, والعزة, والقوة, والعدل, والصبر.

#26) Allah menyukai hal-hal ini. Karena itu, saya mewasiatkan kebaikan ini juga (bagi kita semua). Salam.

الله يحب هذه الأشياء. لذاً, أنا أوصي به. سلام.


Penulis Artikel / Blogger:

Hadi-Suro Arabica… (Penikmat Kopi Arabica)… [Website: kalaamul-hadi.com]


Referensi/ Sumber :

YouTube By: Blogging Theology

Judul: “Allah Loves Those the World Overlooks” https://youtu.be/tqdMFbq3hs4?si=xc69zfK7xblcYyB-


Baca juga Serial lainnya… Mengasuh Anak (The Story – Full 6 Episodes) …

Baca juga Seri lainnya… Kisah Ahmad (The Story) …

Baca juga … Ilmu Nahwu …

Baca juga … Ilmu Shorof …


Response

Leave a Reply